Militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat atau CENTCOM mencari cara kreatif dan tidak konvensional untuk menekan Iran dalam laporan terbaru yang dirilis pada akhir pekan lalu. Pejabat tinggi intelijen CENTCOM mengirimkan surel kepada para analis militer guna meminta usulan baru terkait tekanan terhadap Teheran. Langkah yang tergolong tidak biasa ini mencerminkan terbatasnya opsi yang dimiliki Presiden Donald Trump untuk memaksa Iran menyetujui kesepakatan sesuai syarat Washington.
Juru bicara CENTCOM Kapten Timothy Hawkins menyatakan bahwa komando tersebut memang memiliki tradisi mengumpulkan gagasan dari para personel tanpa memandang pangkat demi meningkatkan kinerja operasional. Admiral Cooper secara khusus sering menjangkau seluruh anggota tim untuk mencapai tingkat kinerja tertinggi yang mungkin dicapai. Meski demikian, Badan Intelijen Pusat CIA dan Badan Intelijen Pertahanan DIA menilai kampanye pengeboman saat ini kecil kemungkinannya untuk mengubah posisi negosiasi Iran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKetegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah Washington dan Teheran sempat saling melancarkan serangan militer beberapa waktu lalu. Amerika Serikat menyerang target di dalam wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menyasar fasilitas serta perlengkapan militer AS di beberapa negara Arab seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait. Eskalasi ini terjadi menyusul macetnya perundingan terkait jaminan keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global.
Presiden Donald Trump sebelumnya menuduh Iran memberikan sinyal yang campur aduk serta kembali mendesak tercapainya kesepakatan nuklir baru. Pembicaraan damai sempat diluncurkan menyusul penandatanganan nota kesepahaman pada bulan Juni lalu namun kemudian menemui jalan buntu. Dengan buntu nya jalur diplomasi tersebut, pencarian ide-ide kreatif dari kalangan internal militer menunjukkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi pemerintah Amerika Serikat saat ini.
Upaya CENTCOM Cari Solusi Alternatif Hadapi Teheran
Pencarian opsi kreatif oleh CENTCOM menegaskan bahwa strategi militer konvensional yang diterapkan selama ini belum membuahkan hasil yang signifikan. Para analis militer ditantang untuk berpikir di luar kebiasaan demi memberikan opsi tekanan yang lebih efektif terhadap Iran. Pendekatan crowdsourcing melalui surel internal ini jarang sekali terjadi dalam sejarah komunikasi operasional tingkat tinggi militer Amerika Serikat.
Kondisi di lapangan semakin rumit mengingat Iran tetap teguh pada pendiriannya di tengah tekanan militer maupun ekonomi yang terus dilancarkan oleh pihak barat. Keterlibatan fasilitas militer di berbagai negara sekutu Arab memperluas cakrawala potensi konflik di kawasan Timur Tengah. Hal ini membuat para pengambil kebijakan di Washington harus berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya agar tidak memicu eskalasi yang lebih besar.
Jalur perundingan yang macet akibat perbedaan pandangan mengenai keamanan maritim dan Selat Hormuz menjadi batu sandungan utama dalam pemulihan hubungan diplomatik. Washington menginginkan kontrol penuh demi kelancaran pasokan energi global, sementara Teheran memiliki prioritas kedaulatannya sendiri. Situasi tarik-menarik kepentingan ini membuat opsi-opsi non-konvensional terus digodok oleh jajaran pertahanan Amerika Serikat.
Ke depan, efektivitas dari usulan-usulan kreatif yang dikumpulkan oleh CENTCOM akan sangat bergantung pada keputusan akhir dari pemerintahan Donald Trump. Jika jalan diplomasi menemui jalan buntu total dan tekanan militer gagal mengubah arah kebijakan Iran, kawasan Timur Tengah dikhawatirkan akan terus berada dalam bayang-bayang ketidakpastian yang mendalam.