Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Sabtu (18/7). Pemakaman dilakukan setelah situasi di lokasi kejadian mulai dikendalikan oleh aparat keamanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kedua jenazah yang telah dimakamkan tersebut adalah Nayamudin Iskandar (21) yang merupakan warga Desa Waiburak, dan Petrus Kopong Epit yang merupakan warga Desa Narasaosina. Keduanya menjadi korban jiwa ketika bentrokan pecah pada Sabtu pagi hari.
Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina membenarkan prosesi pemakaman tersebut. "Sudah dua korban meninggal yang dimakamkan oleh keluarga pada hari ini," ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, untuk satu korban tewas lainnya yang bernama Hope (60), warga Desa Narasaosina, sempat mengalami kendala saat akan dievakuasi karena terhalang oleh konsentrasi massa. Namun, jenazah kini sudah berhasil diserahkan kepada pihak keluarga setelah melalui proses negosiasi.
"Yang korban satunya sudah diserahkan kepada pihak keluarga oleh Forkopimda didampingi oleh personil kepolisian dan TNI kepada keluarga," kata Ketut menjelaskan perkembangan penanganan korban di lapangan.
Sebelumnya, jenazah Hope sempat tergeletak di tengah jalan Desa Waiburak dan memicu perhatian masyarakat setempat. Korban yang diduga kuat tewas akibat luka bacok ini baru bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Adonara Timur setelah Forkopimda melakukan pendekatan persuasif dengan tokoh masyarakat.
Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi keamanan di lokasi bentrokan saat ini sudah berangsur kondusif. Kendati demikian, ratusan aparat gabungan TNI dan Polri tetap disiagakan guna mengantisipasi adanya potensi bentrokan susulan antar-kelompok warga.
Aparat keamanan kini ditempatkan di tiga pos pengamanan strategis, yaitu Pos Susteran, Pos Dusun Bele Desa Waiburak, dan Pos Desa Narasaosina. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada warga setempat yang sempat mencekam.
Bentrokan yang terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WITA tersebut dilaporkan telah merenggut tiga nyawa, menyebabkan 20 rumah warga dibakar massa, serta melukai 7 orang lainnya. Sejumlah korban luka kini dirujuk ke RSUD Larantuka dan fasilitas medis di Kabupaten Lembata.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Flores Timur masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dan aktor intelektual di balik bentrokan berdarah antara kelompok pemuda Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut.