Bahasa Sunda Lelea di Indramayu menjadi salah satu varian linguistik paling unik di Nusantara karena mempertahankan bentuk arkais mirip bahasa Sunda Kuno. Berdasarkan catatan sejarah dan pengamatan tim redaksi, eksistensi ragam tutur lokal ini tidak lepas dari akar budaya masyarakat Lelea dan Kandanghaur yang telah berabad-abad mendiami wilayah pesisir utara Jawa Barat tersebut.
Berdasarkan analisis awak media dari berbagai sumber filologi, karakteristik paling mencolok dari bahasa Sunda Lelea terletak pada sistem fonologinya yang tidak mengenal bunyi fonem h dan vokal eu. Sebagaimana dilaporkan dalam kajian linguistik daerah, masyarakat penutur asli di wilayah ini secara konsisten menghilangkan bunyi tersebut dalam percakapan sehari-hari maupun dalam upacara adat sakral seperti tradisi Ngarot.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan penelitian budaya setempat, akar historis penutur bahasa ini bergeser dari sisa-sisa kekuasaan masa lampau seperti pengaruh Kerajaan Sumedang Larang hingga Pajajaran. Hal tersebut menjadikan kultur Sunda tetap mengakar kuat di tengah mayoritas wilayah Pantura, sekaligus memperkaya keragaman dialek regional di Jawa Barat secara keseluruhan.