Sinden tidak hanya sekadar menjadi pelengkap dalam pementasan wayang, sebab para perempuan di balik suara merdu tersebut ternyata menyimpan pengalaman, identitas, serta agensi unik yang terbentuk melalui interaksi dengan norma budaya dan lingkungan sosial.
Berdasarkan laporan media, fenomena mendalam tersebut kini menjadi fokus utama dalam proyek penelitian kolaboratif antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro bersama University of Nottingham Malaysia.
Penelitian yang mengusung tajuk The Social Arena Landscape of Indonesian Women Traditional Singer Performativity ini melibatkan para peneliti andal dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip serta Dr. Dag Yngvesson yang merupakan Asisten Profesor dari School of Humanities University of Nottingham Malaysia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, menyampaikan apresiasi hangat serta menyambut baik kehadiran akademisi internasional tersebut dalam rangka memperkuat jejaring riset global dan membuka ruang pertukaran pengetahuan.
"Kegiatan ini didukung penuh oleh FISIP Undip. Kegiatan yang berskala internasional seperti ini terlebih sangat berdampak positif bagi masyarakat kita," jelas Teguh sebagaimana diwartakan TribunJateng.
Menurut Teguh, kolaborasi lintas negara ini juga selaras dengan upaya menuju World Class University melalui penguatan riset berkualitas serta pemberian kontribusi nyata bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi.
Sebagai rangkaian dari investigasi ilmiah tersebut, tim peneliti melakukan observasi langsung terhadap pementasan wayang di Taman Budaya Raden Saleh Semarang bersama dalang kenamaan Ki Sigid Ariyanto untuk melihat interaksi nyata para sinden di atas panggung.
Pengumpulan data lapangan kemudian dilanjutkan dengan mengkaji belasan sinden dari berbagai latar belakang pengalaman berbeda di wilayah Semarang dan Yogyakarta guna memperkaya sudut pandang analisis.
Melalui pendekatan etnografi dan kajian gender yang mendalam, riset ini diharapkan mampu memotret bagaimana para seniman perempuan bernegosiasi dengan norma budaya, ekspektasi publik, serta dinamika perubahan seni tradisional di era modern.