Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Gamelan Sekaten Keraton Solo Mulai...
NASIONAL

Gamelan Sekaten Keraton Solo Mulai Ditabuh, Warga Berburu Berkah

By Redaksi Kabayan News 2 min read 21 Agustus 2026
Abdi dalem menabuh gamelan pusaka Keraton Solo menandai dimulainya tradisi Sekaten

Abdi dalem menabuh gamelan pusaka Keraton Solo menandai dimulainya tradisi Sekaten

Suara alunan gamelan tradisional mulai menggema di Bangsal Pradonggo atau Bangsal Sekati yang terletak di kompleks Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Rabu siang. Berdasarkan laporan media, ditabuhnya gamelan pusaka tersebut menjadi tanda resmi dimulainya perayaan tradisi Sekaten di Kota Solo yang akan berlangsung selama sepekan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para abdi dalem yang mengenakan busana adat Jawa berupa beskap putih tampak khidmat memainkan perangkat musik tradisional tersebut. Dentuman nada yang selaras saling bersahutan, berhasil memikat perhatian masyarakat serta wisatawan yang memadati area sekitar bangsal.

Mengutip laporan media, kerabat Keraton Solo yakni GKR Wandansari Koes Moertiyah atau yang akrab disapa Gusti Moeng menjelaskan bahwa gamelan pusaka tersebut dibunyikan dalam rangka menyambut bulan kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian penabuhan ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap hari selama tujuh hari berturut-turut.

Sebagaimana diwartakan, gamelan pertama yang dimainkan adalah pusaka Kanjeng Kyai Guntur Madu dengan memperdengarkan Gending Rambu sesuai pakem yang berlaku. Tak lama berselang, giliran gamelan Kanjeng Kyai Guntur Sari yang ditabuh secara bergantian dengan membawakan Gending Ladrang Rangkung Laras Pelog.

Gusti Moeng memaparkan bahwa tradisi Sekaten ini sudah berjalan secara turun-temurun sejak era Kesultanan Demak. Keraton Surakarta sebagai kerajaan Islam kemudian melestarikan tradisi tersebut tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana syiar agama Islam.

Lebih lanjut, Gusti Moeng mengungkapkan bahwa penamaan gamelan Sekaten konon berasal dari kata "Syahadatain" yang berarti dua kalimat syahadat. Pada masa lalu, masyarakat yang datang ke area masjid untuk mendengarkan alunan gamelan juga sekaligus diajak untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Menurut laporan media, puncak dari rangkaian perayaan tradisi Sekaten ini nantinya akan ditutup dengan acara Grebeg Maulid di halaman Masjid Agung Solo yang ditandai dengan keluarnya gunungan pada 26 Agustus 2026. Selama masa perayaan, jadwal penabuhan gamelan akan disesuaikan dengan waktu ibadah setempat.

Daya tarik tradisi tahunan ini terbukti tidak hanya memikat warga lokal Solo saja, melainkan juga wisatawan dari berbagai daerah luar kota. Sejumlah pengunjung bahkan mengaku rela datang jauh-jauh demi menyaksikan hari pertama penabuhan gamelan pusaka tersebut secara langsung.

Sebagaimana diberitakan, salah seorang pengunjung lansia asal Wonogiri rela datang menggunakan bus sehari sebelumnya dan menginap di rumah saudaranya demi menghadiri acara ini. Ia mengaku tidak ingin melewatkan momen penting dalam rangkaian tradisi budaya tersebut.

Selain menikmati alunan musik tradisional, pengunjung tersebut juga mengikuti sejumlah tradisi unik yang diyakini masyarakat setempat. Tradisi tersebut di antaranya adalah mengambil janur yang terpasang di sekitar bangsal serta membeli kinang.

Berdasarkan kepercayaan orang tua zaman dahulu, janur dari arena Sekaten dipercaya dapat mendatangkan berkah kesuburan bagi tanaman di lahan pertanian. Pengunjung tersebut berencana untuk membawa pulang janur itu dan menancapkannya di sudut-sudut sawah miliknya.

Topics
sekaten solo keraton solo gamelan sekaten masjid agung solo budaya jawa maulid nabi gkr wandansari wisata solo
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.