Masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta alat utama sistem persenjataan (alutsista), tengah menyoroti kehadiran kapal induk pertama milik TNI Angkatan Laut (AL). Kapal bernama Giuseppe Garibaldi tersebut merupakan hibah berharga yang didapatkan Indonesia dari pemerintah Italia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Guna memboyong kapal perang berukuran raksasa itu ke Tanah Air, TNI AL telah memberangkatkan sebanyak 100 prajurit terbaiknya ke Italia. Ratusan personel tersebut mengemban tugas utama untuk menjemput kapal sekaligus mengikuti serangkaian pelatihan intensif di negeri piza.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) Marsekal Pertama (Marsma) Tunggul mengonfirmasi bahwa para ksatria matra laut telah berada di lokasi. "Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan," ujar Marsma Tunggul.
Setibanya di Indonesia, kapal induk ini dijadwalkan akan berlabuh di pangkalan TNI AL yang berlokasi di Lampung. Saat ini, proses pembangunan dan penyiapan infrastruktur fasilitas labuh serta dermaga sandar terus dikejar agar rampung sebelum Giuseppe Garibaldi tiba.
Secara silsilah produksi, Giuseppe Garibaldi memiliki keterikatan erat dengan dua kapal perang baru milik TNI AL lainnya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Ketiga alutsista tangguh tersebut sama-sama diproduksi oleh galangan kapal terkemuka asal Italia, Fincantieri.
Mengenai dimensi, Giuseppe Garibaldi membentang sepanjang 180,2 meter. Berkat dukungan sistem mesin penggerak yang mumpuni, kapal ini sanggup melaju di atas permukaan air hingga kecepatan maksimal 30 knot atau setara dengan 56 kilometer per jam.
Sebagai kapal induk pembawa armada udara, Giuseppe Garibaldi dibekali sistem pertahanan dan persenjataan yang sangat mematikan. Kapal ini dipersenjatai peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, serta tabung torpedo rangkap tiga berukuran 324 mm.
Untuk perlindungan jarak jauh dari ancaman musuh, sistem pertahanan kapal dilengkapi rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM. Meski tergolong senior karena pertama kali diluncurkan pada tahun 1983, performa kapal yang mengambil nama dari tokoh militer legendaris Italia abad ke-19 ini tetap gahar dan siap menjaga kedaulatan laut Indonesia.