Setelah 26 tahun mewarnai perjalanan industri musik di Tanah Rencong, grup musik legendaris Nyawoung akhirnya mendapatkan penghormatan khusus. Berdasarkan laporan media, apresiasi ini diwujudkan melalui perhelatan budaya bertajuk Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawoung) yang diselenggarakan pada 24 hingga 25 Mei 2026.
Produser Nyawoung, Jauhari Samalanga, mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus apresiasinya atas digelarnya acara penghormatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sejak awal berdiri pada tahun 2000 di tengah suasana konflik, misi utama mereka bukanlah mencari pengakuan, melainkan merawat kreativitas seni generasi muda Aceh agar tidak padam.
"Sungguh kami harus akui tidak terbersit sedikitpun keinginan pengakuan dari kerja-kerja itu, selain memotivasi generasi Aceh berikutnya yang lahir dari kekuatiran, terhambat ya kreativitas seni karena Aceh dilanda konflik," ujar Jauhari Samalanga sebagaimana dikutip dari laporan media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai informasi, karya-karya Nyawoung dikenal luas berkat inovasinya memadukan alat musik tradisional khas Aceh seperti Rapa'i, Gendeurang Aceh, dan Serune Kalee dengan sentuhan instrumen modern. Perpaduan unik ini berhasil melahirkan warna musik baru yang tetap mempertahankan jiwa dan identitas kultural Aceh.
Perhelatan yang digagas oleh Komunitas Endatu Kreatif di Taman Seni dan Budaya Aceh, Kota Banda Aceh, ini bukan sekadar ajang nostalgia. Mengutip laporan yang ada, acara tersebut menjadi pengingat penting bahwa karya-karya masa lalu dapat bertransformasi menjadi sumber energi kreatif yang relevan bagi masa depan seni Aceh.