Fiksi bahari atau nautical fiction merupakan genre sastra dengan latar di dekat atau di atas laut, yang berfokus pada hubungan manusia dengan samudra serta pelayaran dan menyoroti budaya maritim dalam lingkungan tersebut. Genre ini juga kerap disebut naval fiction, sea fiction, atau maritime fiction.
Latar dalam fiksi bahari sangat beragam, mencakup kapal dagang, kapal pesiar, kapal perang, kapal nelayan, sekoci, hingga pelabuhan dan desa nelayan. Para akademisi biasanya merujuk pada novel, novela, dan cerpen ketika membahas genre ini, yang kadang disebut sea novels atau sea stories.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerkembangan fiksi bahari sejalan dengan perkembangan novel berbahasa Inggris. Meskipun tradisi utamanya berasal dari Inggris dan Amerika Utara, terdapat karya penting dari literatur Jepang, Prancis, Skandinavia, dan tradisi Barat lainnya. Genre ini pertama kali dipelopori oleh James Fenimore Cooper lewat The Pilot pada 1824 dan Frederick Marryat melalui Frank Mildmay pada 1829.
Karya-karya dalam genre ini mencakup sastra klasik seperti Moby-Dick karya Herman Melville dan Lord Jim karya Joseph Conrad, hingga fiksi populer seperti serial Hornblower dari C.S. Forester. Patrick O'Brian dengan seri Aubrey-Maturin juga menjadi salah satu penulis yang diakui dalam genre ini.
Tema Maskulinitas hingga Bahasa Maritim dalam Fiksi Laut
Karena dominasi budaya maritim oleh laki-laki secara historis, tokoh sentral dalam fiksi bahari biasanya berjenis kelamin pria, kecuali karya yang menampilkan kapal dengan penumpang wanita. Genre ini pun kerap dipasarkan untuk pembaca pria dengan fokus pada maskulinitas dan kepahlawanan.
Tema umum dalam fiksi bahari mencakup eksplorasi hierarki sosial, perjuangan psikologis individu di lingkungan laut yang keras, serta petualangan. Pembaca genre ini mengharapkan penekanan pada petualangan, representasi akurat budaya maritim, dan penggunaan bahasa bahari yang khas.
Karya fiksi bahari bisa berupa roman, fantasi, atau fiksi petualangan, dan juga tumpang tindih dengan genre fiksi perang, sastra anak, narasi perjalanan, novel masalah sosial, hingga fiksi psikologis. Kisah laut khas mengikuti format narasi di mana seorang pelaut memulai pelayaran dan diuji oleh laut, rekan, atau orang yang ditemui.
Beberapa sarjana memperluas definisi fiksi bahari ke perspektif tematik yang lebih luas, mencakup karya seperti Mansfield Park karya Jane Austen atau Daniel Deronda karya George Eliot yang menggambarkan situasi budaya yang bergantung pada ekonomi maritim. Namun definisi konvensional tetap berfokus pada pengalaman laut yang imersif.