Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Basuki Rahmat, Jenderal Saksi...
NASIONAL

Profil Basuki Rahmat, Jenderal Saksi Kunci Kelahiran Supersemar

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 11 Agustus 2026
Potret Jenderal Basuki Rahmat Pahlawan Nasional saksi kunci Supersemar

Potret Jenderal Basuki Rahmat Pahlawan Nasional saksi kunci Supersemar

Basuki Rahmat mencatatkan namanya dalam sejarah penting militer dan politik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional sekaligus saksi kunci lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Jenderal kelahiran Tuban ini memainkan peran sentral dalam dinamika peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto pada masa-masa genting tahun 1966.

Perjalanan hidup Basuki Rahmat bermula di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tempat ia dilahirkan pada 4 November 1921. Di tengah masa pendudukan Jepang, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) sebelum akhirnya mendaftarkan diri ke Tentara Keamanan Rakyat di Ngawi.

Karier militernya menanjak pesat melalui berbagai penugasan strategis termasuk menjabat sebagai Panglima Kodam V Brawijaya. Pengalaman lapangan ini membentuk ketegasan sikap Basuki Rahmat dalam menghadapi berbagai pergolakan politik nasional yang melibatkan ketegangan antara Angkatan Darat dan Partai Komunis Indonesia.

Puncak peran politiknya terjadi ketika ia bersama dua menteri lainnya diutus menemui Presiden Soekarno di Bogor untuk menyampaikan pesan pengamanan negara. Misi tersebut menghasilkan dokumen bersejarah Supersemar yang menjadi tonggak awal berdirinya rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.

Jejak Pengabdian Militer dan Peran dalam Pergolakan Nasional

Soeharto

Pengabdian militer Basuki Rahmat diwarnai berbagai tantangan berat ketika situasi keamanan ibu kota memanas pasca peristiwa G30S. Namanya sempat tercantum dalam daftar Dewan Revolusi yang langsung dibantahnya secara tegas sebagai bentuk fitnah politik.

Komitmennya terhadap stabilitas negara dibuktikan saat ia berhasil bernegosiasi dengan pasukan Batalion 530 di sekitar Istana Kepresidenan tanpa pertumpahan darah. Keahlian diplomasi militer ini membuat posisinya dipercaya untuk menduduki jabatan strategis di tingkat pusat.

Pada tahun 1966, ia resmi diangkat menjadi Menteri Urusan Veteran di dalam jajaran kabinet pemerintahan. Kiprahnya sebagai pemikir politik Angkatan Darat memberikan kontribusi besar dalam merumuskan kebijakan keamanan negara pada masa transisi kekuasaan.

Meskipun telah wafat pada 9 Januari 1969, jasa besar Basuki Rahmat terus diabadikan oleh masyarakat Indonesia. Nama sang jenderal kini disematkan sebagai nama jalan protokol di berbagai kota besar guna mengenang dedikasi dan pengorbanannya bagi bangsa.

Topics
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.