Moestopo lahir di Ngadiluwih, Kediri, Hindia Belanda pada tanggal 13 Juni 1913 dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Perjalanan hidupnya mencakup peran ganda yang unik sebagai seorang perwira militer, pendidik, dan tenaga medis profesional di bidang kedokteran gigi.
Pendidikan kedokteran gigi ditempuhnya di STOVIT Surabaya setelah dibantu oleh keluarga serta hasil kerja kerasnya berjualan beras. Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, Moestopo sempat ditangkap Kempeitai sebelum akhirnya mengikuti pelatihan militer di Bogor dan lulus dengan predikat terbaik bersama tokoh besar seperti Jenderal Sudirman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier militernya menanjak ketika ia dipercaya memimpin pasukan Pembela Tanah Air di Sidoarjo hingga diangkat menjadi komandan pasukan di Gresik serta Surabaya. Perannya sangat menonjol dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk saat menghadapi pasukan Sekutu dan Inggris di bawah pimpinan Brigadir Mallaby pada akhir tahun 1945.
Setelah masa revolusi fisik mereda, Moestopo mendedikasikan dirinya di bidang pendidikan dan kesehatan dengan mendirikan perguruan tinggi kedokteran gigi yang kini berkembang menjadi Universitas Moestopo. Atas jasa besar dan pengabdiannya, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2007.
Peran Moestopo dalam Revolusi dan Pendidikan
Keterlibatan Moestopo dalam Revolusi Nasional Indonesia di Surabaya mencatat berbagai taktik pertempuran unik untuk melawan dominasi militer asing. Ia bahkan menggerakkan berbagai elemen masyarakat guna mempertahankan kedaulatan republik yang baru saja diproklamasikan.
Memasuki tahun 1946, ia aktif sebagai pendidik militer di Yogyakarta serta memimpin Pasukan Terate di Subang untuk mengacaukan garis belakang pertahanan pasukan Belanda. Jiwa kepemimpinannya terus berlanjut di bidang kemiliteran medis hingga menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang di Rumah Sakit Angkatan Darat.
Dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan kedokteran gigi diwujudkannya melalui kursus rumahan yang dirintis sejak tahun 1952 hingga resmi mendirikan perguruan tinggi pada tahun 1958. Lembaga tersebut bertransformasi menjadi universitas yang melahirkan banyak tenaga profesional berkompeten di Indonesia.
Moestopo tutup usia pada 29 September 1986 di Bandung dan dimakamkan di Pemakaman Cikutra sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi seorang pejuang bangsa. Pemerintah Indonesia mengukuhkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK.