Istano Basa Pagaruyung berdiri megah di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sebagai replika istana Kerajaan Pagaruyung. Bangunan ikonik ini berjarak lebih kurang 5 kilometer dari Batusangkar dan telah lama menjadi objek wisata budaya terkenal di ranah Minang.
Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya merupakan replika dari bangunan asli yang terletak di atas bukit Batu Patah. Bangunan terdahulu sempat dibakar habis pada tahun 1804 saat terjadi Perang Padri, kemudian didirikan kembali tetapi kembali terbakar pada tahun 1966.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGagasan pembangunan kembali Istana Pagaruyung dicetuskan pada tahun 1968 oleh Gubernur Sumatera Barat Harun Zain untuk mempersatukan orang Minang pasca peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia. Pembangunan replika baru dimulai pada tanggal 27 Desember 1976 dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1985.
Pada malam 27 Februari 2007, Istano Basa kembali mengalami kebakaran hebat akibat sambaran petir di puncak istana yang menghanguskan sebagian besar dokumen serta kain hiasan. Pemerintah kemudian membangun kembali istana dengan biaya lebih dari Rp20 miliar dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013.
Arsitektur Tradisional dan Museum Istano Basa Pagaruyung
Museum Istano Basa Pagaruyung merupakan museum khusus yang menampilkan keindahan arsitektur tradisional Minangkabau berlantai tiga dengan 72 tiang dan gonjong beratap serat ijuk. Kompleks istana ini mencakup bangunan utama seperti rumah gadang, balai adat, serta surau untuk merefleksikan kekayaan sejarah leluhur.
Meskipun struktur bangunan saat ini menggunakan beton modern, pengelola tetap mempertahankan teknik tradisional dan material kayu yang dihias dengan 60 ukiran filosofis khas Minangkabau. Museum ini menyimpan berbagai koleksi replika artefak antik serta barang peninggalan sejarah Kerajaan Pagaruyung.
Museum terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08:00 WIB hingga 18:00 WIB dengan tiket masuk yang terjangkau bagi pengunjung domestik maupun mancanegara. Destinasi ini dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat edukasi sejarah.
Keberadaan Istano Basa Pagaruyung tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik pariwisata unggulan, tetapi juga sebagai simbol pelestarian warisan budaya Minangkabau agar terus dikenal oleh generasi muda maupun wisatawan mancanegara.