Keraton Sumedang Larang berdiri di atas bekas kediaman raja Kusumadinata II atau dikenal sebagai Prabu Geusan Ulun yang berlokasi di Jalan Prabu Geusan Ulun Nomor 40, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kompleks ini menyimpan memori kolektif tentang kejayaan masa lalu sebuah kerajaan besar di Tatar Sunda.
Yayasan Pangeran Sumedang menginisiasi pendirian museum pada tahun 1968 demi merawat berbagai peninggalan berharga berupa benda pusaka leluhur Sumedang. Gagasan mulia tersebut akhirnya terwujud dengan berdirinya museum pada tanggal 11 November 1973.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeminar sejarah se-Jawa Barat pada tahun 1974 menetapkan penamaan Museum Prabu Geusan Ulun untuk mengabadikan nama raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang yang berkuasa dari tahun 1578 hingga 1601. Penamaan baru ini bertujuan memudahkan generasi muda mengenali figur pemimpin bersejarah daerah tersebut.
Gedung Srimanganti, Bumi Kaler, Gedung Gendeng, dan Gedung Gamelan menjadi bangunan utama yang dimanfaatkan untuk menyimpan koleksi berharga. Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan Jawa Barat kemudian melakukan pemugaran bangunan tersebut agar tetap terjaga keaslian arsitekturnya.
Tata Bangunan dan Koleksi Pusaka Museum Prabu Geusan Ulun
Tata bangunan Museum Prabu Geusan Ulun dikelilingi tembok setinggi 2,5 meter di atas lahan seluas 1,88 hektare yang dihiasi taman asri serta pepohonan langka. Lokasinya berada tepat di tengah kota Sumedang dan berdekatan dengan kawasan pemerintahan setempat.
Gedung Srimanganti yang didirikan pada tahun 1706 awalnya berfungsi sebagai pusat pemerintahan sebelum beralih fungsi menjadi kediaman resmi para bupati tempo dulu. Kompleks ini juga dilengkapi Gedung Gendeng serta Gedung Kereta untuk memajang koleksi kereta kencana bersejarah seperti Kereta Naga Paksi.
Pihak yayasan juga merawat lumbung padi wakaf peninggalan Pangeran Aria Soeria Atmadja guna membantu warga kurang mampu di sekitar wilayah Sumedang. Tradisi penyaluran bantuan sosial tersebut masih terus dilestarikan hingga saat ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Keberadaan museum ini tidak hanya menjadi pusat pelestarian warisan budaya Sunda, tetapi juga destinasi edukasi penting bagi masyarakat luas. Pengunjung dapat menyaksikan langsung bukti otentik kejayaan masa lampau Kesultanan Sumedang Larang secara lengkap.