Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Keraton Kanoman, Jejak...
NASIONAL

Profil Keraton Kanoman, Jejak Sejarah Islam dan Peninggalan di Cirebon

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Kompleks bangunan bersejarah Keraton Kanoman di Cirebon

Kompleks bangunan bersejarah Keraton Kanoman di Cirebon

Keraton Kanoman berdiri sebagai salah satu dari dua bangunan kesultanan utama di Cirebon sejak tahun 1678 M setelah pembagian wilayah Kesultanan Cirebon bersama Keraton Kasepuhan. Eksistensi dan kebesaran Islam di wilayah Jawa bagian barat tidak pernah bisa dilepaskan dari peran penting Cirebon serta Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom I memprakarsai pendirian Keraton Kanoman pada sekitar tahun 1678 M. Hingga hari ini, kompleks keraton seluas 6 hektare tersebut tetap taat memegang teguh adat istiadat dan pepakem, termasuk rutin melaksanakan tradisi Grebeg Syawal serta berziarah ke makam leluhur di Desa Astana.

Kompleks bangunan kuno ini berlokasi strategis di belakang pasar Kanoman dan menjadi tempat tinggal sultan kedua belas yaitu Sultan Anom Raja Mochammad Saladin beserta keluarganya. Di dalam area kompleks, terdapat peninggalan bersejarah berharga seperti kereta Paksi Naga Lima dan Jempana yang bentuknya menyerupai burak kendaraan Nabi Muhammad ketika Isra Mikraj.

Daya tarik lain dari kompleks keraton ini meliputi keberadaan piring-porselen asal Tiongkok yang menghiasi dinding bangunan serta orientasi bangunan utama yang selalu menghadap ke utara. Di bagian depan keraton juga selalu dilengkapi alun-alun sebagai ruang publik rakyat serta masjid yang berdiri megah di sisi timurnya.

Tata Letak dan Status Keraton Kanoman sebagai Objek Vital

Tata letak Keraton Kanoman dirancang secara filosofis dengan berbagai area penting seperti Siti Hinggil, Lemah Duwur, dan Bangsal Jinem yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu agung maupun penobatan sultan. Setiap bagian halaman keraton memiliki batas tembok bata putih serta gapura megah yang merefleksikan arsitektur khas masa lampau.

Perluasan area pasar yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1924 sempat menutup akses langsung pandangan ke arah keraton dari jalan raya utama di sebelah utara. Kendati demikian, struktur tata ruang tradisional di dalam kompleks tetap terjaga dengan baik hingga saat ini demi mempertahankan keaslian cagar budaya.

Mengingat nilai sejarah serta aset budaya yang sangat tinggi, Keraton Kanoman bersama Keraton Kasepuhan secara resmi ditetapkan sebagai objek vital yang harus dilindungi negara. Kepolisian setempat diwajibkan untuk menempatkan personel khusus guna melakukan penjagaan keamanan di area kawasan keraton secara berkala.

Pengamanan ketat tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian peninggalan sejarah nasional dari potensi ancaman maupun kerusakan. Keberadaan aparat kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pengunjung serta kelestarian situs budaya.

Topics
keraton kanoman cirebon kesultanan cirebon sunan gunung jati sejarah islam objek vital peninggalan sejarah budaya nusantara
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.