Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Museum Matan Ketapang, Jejak...
NASIONAL

Profil Museum Matan Ketapang, Jejak Sejarah Keraton Kalimantan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Bangunan Museum Matan Ketapang di Kalimantan Barat

Bangunan Museum Matan Ketapang di Kalimantan Barat

Profil Museum Matan atau Museum Gusti Saunana di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berdiri di atas bekas kawasan keraton Kesultanan Matan. Bangunan bersejarah ini terletak di Jalan Pangeran Kesumajaya, Desa Mulia Kerta, Benua Kayong, serta menjadi pusat pelestarian warisan budaya lokal.

Keraton tersebut dibangun pertama kali pada tahun 1924 oleh Pangeran Perdana Menteri Haji Muhammad Sabran selaku Sultan kesepuluh lima Kesultanan Tanjungpura. Bangunan ini kemudian ditempati oleh Panembahan Gusti Muhammad Saunan yang memimpin Kesultanan Matan Ketapang pada masa itu.

Pemerintah Kabupaten Ketapang kemudian mengubah fungsi kompleks istana ini menjadi museum umum untuk merawat benda-benda peninggalan masa lampau. Kendati demikian, status kepemilikan bangunan keraton hingga kini masih dipegang oleh Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura.

Keberadaan museum ini menawarkan destinasi wisata edukasi yang memperkaya wawasan pengunjung tentang peradaban masa lalu. Masyarakat dapat menyaksikan langsung jejak kejayaan kesultanan di tanah Kalimantan Barat secara gratis maupun dengan panduan resmi.

Arsitektur Khas Eropa dan Koleksi Meriam Kerajaan

Ketapang

Arsitektur bangunan Museum Matan mengadopsi gaya Eropa pengaruh Belanda dengan menggunakan bahan dasar kayu ulin. Bangunan bergaya panggung ini memiliki luas 714 meter persegi dan dilengkapi dengan menara penjaga di bagian sebelah barat daya.

Koleksi yang tersimpan di dalam museum mencakup benda-benda bernilai sejarah tinggi seperti numismatika, historika, heraldika, dan etnografika. Pengunjung dapat melihat singgasana sultan beserta permaisuri, foto keluarga kerajaan, kain tenun kuno berusia ratusan tahun, hingga tempat tidur bangsawan.

Salah satu daya tarik utama di halaman depan museum adalah sepasang meriam peninggalan kesultanan yang dinamakan Meriam Padam Pelita. Meriam laki-laki dan perempuan ini konon memiliki suara dentuman sangat keras hingga mampu memadamkan pelita di wilayah sekitarnya.

Selain bangunan museum utama, terdapat pula Kompleks Makam Raja-raja Matan yang berada di sebelah tenggara sejauh 300 meter. Kompleks makam seluas 1.747 meter persegi ini melengkapi nilai sejarah dan budaya di kawasan Sungai Pawan, Ketapang.

Topics
museum matan ketapang kalimantan barat kesultanan matan sejarah keraton wisata sejarah arsitektur eropa meriam budaya pendidikan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.