Ancaman radikalisme dan ekstremisme yang terus berkembang menuntut penguatan ketahanan ideologi yang kokoh, khususnya bagi aparat kepolisian. Berdasarkan laporan RRI.co.id, Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya secara tegas menyatakan bahwa setiap personel Polri wajib memiliki pemahaman ideologi serta karakter yang tangguh sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Penguatan Ketahanan Ideologi dan Pencegahan Paham Radikal bagi Pegawai Negeri pada Polri Polda Bali yang bertempat di Gedung Presisi Polda Bali pada Kamis, 20 Agustus 2026. Acara yang digelar secara hybrid ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) serta jajaran personel Polda Bali.
Mengutip keterangan dari pihak kepolisian, kegiatan strategis ini turut menghadirkan narasumber kredibel dari berbagai instansi, mulai dari BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, Universitas Udayana, FKUB Provinsi Bali, hingga mantan anggota yang pernah terpapar paham radikal. Kapolda Bali mengingatkan bahwa ancaman modern saat ini kerap menyebar secara terselubung melalui kecanggihan teknologi informasi dan media sosial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Paham radikal dapat tumbuh perlahan, dimulai dari cara pandang yang tertutup terhadap perbedaan hingga pembenaran terhadap kekerasan," tegas Daniel Adityajaya sebagaimana diwartakan dalam laporan media.
Lebih lanjut, Kapolda Bali menjelaskan bahwa penyebaran intoleransi dan radikalisme kini bergerak semakin cepat dan dapat menyasar siapa saja. Oleh karena itu, sebelum mengamankan masyarakat luas, internal Polri harus dipastikan steril dan memiliki ketahanan ideologi yang tidak mudah goyah.
"Sebelum menjaga masyarakat dari berbagai ancaman, kita harus memastikan personel Polri memiliki benteng ideologi dan karakter yang kuat," ujar Kapolda Bali menekankan pentingnya sikap terbuka serta toleran.
Melalui kegiatan ini, Polda Bali menunjukkan komitmen penuh untuk mencetak personel yang profesional, berintegritas tinggi, dan tangguh secara ideologi. Jajaran kepolisian diharapkan mampu berdiri sebagai garda terdepan dalam merawat Pancasila serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Bali.