Benfica sukses membantai Hearts dengan skor telak 6-1 di Stadion da Luz, Lisbon, pada laga leg pertama kualifikasi kompetisi Eropa. Berdasarkan analisis tim redaksi, jurang kualitas yang teramat lebar terlihat jelas di atas lapangan sejak menit awal pertandingan.
Pasukan asuhan Wouter Vrancken datang ke ibu kota Portugal membawa misi berat setelah melewati musim panas kurang memuaskan di Liga Utama Skotlandia. Sebanyak 1.300 pendukung setia yang dikenal sebagai Jambos tetap hadir langsung di stadion memberikan dukungan penuh meski dihantui rekor buruk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBenfica langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan tiga menit melalui aksi Rafa Silva menyambut umpan matang dari sisi lapangan. Tuan rumah tampil mendominasi permainan dan menambah dua gol lagi sebelum turun minum lewat kepala Tomas Araujo serta eksekusi penalti Vangelis Pavlidis.
Memasuki babak kedua, dominasi wakil Portugal tidak mengendur sedikit pun meski tim tamu mencoba melakukan sejumlah pergantian taktik di lini belakang. Gianluca Prestianni memperlebar jarak kedudukan lewat tendangan melengkung akurat dari tepi kotak penalti.
Tom Renaud sempat memberikan sedikit angin segar bagi pendukung tim tamu lewat gol balasan pada menit ke-72 memanfaatkan kerja sama apik lini serang. Namun, Benfica kembali menambah dua gol penutup jelang pertandingan bubar melalui lesakkan Jhon Duran dan tendangan penalti Andreas Schjelderup.
Menanggapi hasil buruk tersebut, pengamat sepak bola menilai pendekatan taktik ofensif diterapkan pelatih Wouter Vrancken menjadi bumerang menghadapi lawan kelas Liga Champions. Kekalahan agregat sementara ini membuat langkah Hearts hampir pasti terlempar menuju babak playoff Conference League.