Rencana kontroversial Gianni Infantino menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta berujung kegagalan total setelah menuai gelombang penolakan keras dari berbagai federasi sepak bola dunia.
Berdasarkan laporan Forbes, FIFA menyampaikan permohonan maaf terbuka atas polemik rencana penjualan saham turnamen akbar tersebut kepada pihak ketiga, meski langkah itu dinilai terlambat dan tidak mampu meredam kemarahan publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino kini mencapai titik nadir menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Serikat pemain global FIFPRO secara tegas mengecam rencana tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang karena dibahas secara tertutup tanpa melibatkan pihak terdampak.
Sementara itu, Union of European Football Associations tetap pada pendirian memboikot kompetisi FIFA dan menegaskan hilangnya kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Gianni Infantino.
Tekanan politik sepak bola internasional semakin memuncak setelah The English Football Association mengirimkan surat resmi mendesak Gianni Infantino mundur dan tidak mencalonkan diri kembali.
Di sisi lain, Confederation of African Football justru memberikan dukungan penuh kepada Gianni Infantino dengan dalih seluruh proses kebijakan tetap mematuhi kerangka regulasi FIFA.
Ancaman nyata terhadap ambisi masa jabatan keempat Gianni Infantino semakin besar seiring penolakan terbuka dari CONMEBOL serta kritik pedas dari berbagai tokoh sepak bola global.