Jules Rimet adalah tokoh penting sepak bola dunia yang dikenal luas sebagai pencetus turnamen akbar Piala Dunia sekaligus presiden terlama yang pernah memimpin badan sepak bola dunia FIFA. Lahir di Theuley, Prancis, pada 14 Oktober 1873, ia tumbuh dari keluarga sederhana sebelum akhirnya menempuh pendidikan hukum dan merintis karier di dunia olahraga.
Perjalanan karier olahraga Rimet dimulai pada tahun 1897 ketika ia mendirikan sebuah klub olahraga bernama Red Star di Paris. Klub tersebut dibangun di atas nilai-nilai sosial yang kuat tanpa membedakan latar belakang kelas sosial para anggotanya, mencerminkan pandangan hidup Rimet yang mendalam setelah mempelajari ensiklik kepausan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDedikasi Rimet terhadap perkembangan sepak bola membawanya ikut serta mendirikan Fédération Internationale de Football Association atau yang dikenal sebagai FIFA pada tahun 1904. Setelah sempat terhenti akibat Perang Dunia Pertama, ia kemudian terpilih menjadi Presiden Federasi Sepak Bola Prancis dan resmi memimpin FIFA pada tanggal 1 Maret 1921.
Di bawah kepemimpinannya yang berlangsung selama 33 tahun hingga 1954, Rimet berhasil memperluas pengaruh organisasi dari hanya dua belas negara anggota menjadi delapan puluh lima negara. Ia konsisten memperjuangkan gagasan kompetisi global yang mempertemukan negara-negara di seluruh dunia dalam satu panggung sepak bola resmi.
Warisan Abadi dan Trofi Jules Rimet
Gagasan besar Rimet akhirnya terwujud ketika edisi perdana Piala Dunia berhasil diselenggarakan di Uruguay pada tahun 1930. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besarnya dalam merintis kompetisi sepak bola sejagat raya tersebut, trofi utama kejuaraan dinamai sebagai Trofi Jules Rimet.
Meski sempat menghadapi berbagai tantangan politik dan kritik terkait pemilihan tuan rumah pada masa awal penyelenggaraannya, Rimet tetap teguh membawa sepak bola internasional menuju era modern. Berkat kontribusi luar biasanya dalam mempersatukan bangsa melalui olahraga, ia bahkan pernah mendapatkan nominasi Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1956.
Jules Rimet tutup usia di Suresnes, Prancis, pada 16 Oktober 1956, berselang dua hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-83. Hingga saat ini, namanya tetap abadi dalam sejarah sepak bola dunia sebagai sosok visioner yang meletakkan fondasi turnamen paling bergengsi di muka bumi.
Warisan hidup Rimet terus dikenang melalui berbagai penghormatan anumerta, termasuk keanggotaan kehormatan FIFA Order of Merit yang diberikan kepadanya pada tahun 2004. Kisah hidup serta dedikasinya bahkan diabadikan ke dalam medium film biografi drama berjudul United Passions yang dirilis pada tahun 2014.