Suasana perayaan kemenangan Cienciano di Estádio Nilton Santos, Rio de Janeiro, mendadak berubah mencekam sesaat setelah wasit meniup peluit panjang pertandingan leg kedua Copa Sudamericana. Alih-alih merayakan kelolosan, para pemain serta staf pelatih Botafogo justru tampak kehilangan kendali dan melakukan aksi agresif ke arah bangku cadangan tim tamu.
Target utama dari kemarahan kubu tuan rumah adalah pelatih kepala Cienciano, Horacio Melgarejo. Menurut laporan media El Comercio, situasi di atas lapangan berubah menjadi sangat tegang saat sang pelatih asal Argentina tersebut tiba-tiba dikejar oleh sejumlah anggota tim Botafogo yang berniat meluapkan emosinya secara fisik.
Dalam tayangan video yang beredar, Melgarejo terlihat harus berlari melintasi lapangan dengan cepat untuk menghindari kejaran para pemain Botafogo. Momen dramatis tersebut terekam jelas oleh kamera siaran resmi, menunjukkan kepanikan yang terjadi di tengah lapangan saat situasi tampak tak terkendali.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBeruntung, insiden yang lebih parah dapat dicegah berkat kesigapan para pemain Cienciano. Para pemain "El Papa" segera membentuk perisai manusia di sekeliling pelatih mereka untuk menahan dorongan dan serangan dari pihak lawan, hingga akhirnya Melgarejo berhasil diamankan menuju ruang ganti dengan selamat.
Berdasarkan informasi yang beredar, kini publik sepak bola menanti langkah tegas dari CONMEBOL. Pihak federasi diperkirakan akan segera membuka investigasi berdasarkan laporan dari perangkat pertandingan. Botafogo kini terancam sanksi berat, mulai dari denda finansial hingga larangan penggunaan stadion untuk laga internasional ke depannya.
Sementara itu, Cienciano dikabarkan telah melupakan insiden memalukan tersebut dan kini fokus penuh dalam mempersiapkan diri menatap babak perempat final Copa Sudamericana yang sudah di depan mata.