Krisis yang melanda sepak bola Jerman tampaknya semakin mendalam setelah kantor pusat Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menjadi sasaran penggerebekan oleh aparat kepolisian. Berdasarkan pantauan redaksi, tindakan tegas ini terjadi hanya sekitar 36 jam setelah tim nasional mereka, Die Mannschaft, dipastikan tersingkir dari ajang bergengsi Piala Dunia 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan dari City AM, penggerebekan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) pagi waktu setempat tersebut melibatkan lebih dari 150 petugas polisi. Para petugas dikerahkan untuk menggeledah kantor pusat DFB di Frankfurt serta beberapa balai kota yang sempat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Euro 2024.
Penyelidikan intensif ini dilakukan terkait dengan adanya dugaan praktik penyuapan yang melibatkan pemberian fasilitas gratis kepada sejumlah pejabat pemerintah. Fasilitas tersebut mencakup tiket pertandingan, paket perjalanan, hingga akomodasi hotel mewah selama turnamen Euro 2024 berlangsung.
Kasus hukum ini mencuat ke permukaan tepat setelah Jerman mengalami pukulan telak di Piala Dunia 2026 akibat disingkirkan oleh Paraguay melalui drama adu penalti pada babak 32 besar. Kekalahan memilukan ini sekaligus memperpanjang rekor buruk Jerman yang gagal melangkah jauh di Piala Dunia dalam tiga edisi secara beruntun.
Kegagalan tragis ini di luar dugaan banyak pihak. Menurut analisis dari Football Enthusiast, Agung Iqbal Ramadhan, Jerman sebelumnya sangat diprediksi akan melaju mulus ke babak selanjutnya. "Jerman dan Paraguay, kemungkinan Jerman akan melaju ke babak 16 besar dan akan bertemu dengan Prancis," ujar Agung dalam podcast Super Taktik Tribunnews di Karanganyar.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, hasil buruk ini juga mematahkan prediksi superkomputer Opta yang sempat memberi peluang lolos bagi Jerman sebesar 79,50 persen. Kini, fokus publik justru beralih pada investigasi dokumen menyusul dugaan panitia penyelenggara memberikan keuntungan tidak sah kepada pejabat kota.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Herbert Reul, memberikan pernyataan yang sangat tegas mengenai skandal korupsi yang menyeret institusi sepak bola tertinggi di negaranya tersebut. "Tiket sepak bola bukanlah bagian dari gaji. Siapa pun di layanan publik yang mengulurkan tangan dapat mengharapkan kunjungan dari kami," tegas Reul.
Pihak kepolisian dan kejaksaan dalam rilis resminya menyebutkan bahwa penyelidikan ini juga mencakup aliran tiket VIP pada laga semifinal Euro 2024 yang mempertemukan Spanyol dan Prancis. Diduga kuat, hak prioritas pembelian tiket sengaja disalahgunakan oleh oknum panitia untuk melobi pejabat publik.