Timnas Inggris dipasung alarm kewaspadaan tinggi untuk tidak memandang sebelah mata kekuatan Republik Demokratik (RD) Kongo menjelang duel krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berdasarkan jadwal resmi, laga sengit antara Inggris vs RD Kongo ini akan diselenggarakan di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat. Skuad berjuluk The Three Lions melaju ke fase gugur dengan status juara Grup L, sementara sang lawan lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik dari Grup K.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah tim asuhan Thomas Tuchel di fase gugur kali ini dinilai sangat terjal lantaran berada di sisi bagan turnamen yang cukup berat. Menurut pengamatan analis sepak bola Hamid Anwar dalam podcast Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah, negara Eropa yang paling tidak beruntung dalam penempatan bagan adalah Inggris. "Di bagan itu, seandainya pun mereka lolos, mereka akan bertemu Brasil. Setelah ketemu Brasil mereka akan bertemu Argentina," ungkap Hamid menjabarkan peta persaingan.
Menyikapi tantangan awal dari wakil Afrika tersebut, winger timnas Inggris, Noni Madueke, menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk meremehkan tim lawan di fase gugur Piala Dunia. Menurut penuturannya, RD Kongo memiliki organisasi permainan bertahan yang sangat disiplin dengan skema serangan balik cepat yang berpotensi menyulitkan pertahanan ketat The Three Lions.
"Saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Ketika Anda sampai pada tahap Piala Dunia ini, Anda tidak bisa meremehkan lawan mana pun. Mereka akan memiliki kekuatan dan kualitas mereka sendiri yang akan mereka coba terapkan dalam pertandingan. Pertandingan ini pasti akan sulit dan kami akan siap sejak awal," kata Madueke sebagaimana dikutip dari laporan The Guardian.
Dari pantauan redaksi, ketajaman lini serang Inggris sempat diuji ketika ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana pada laga fase grup sebelumnya, di mana taktik blok rendah lawan berhasil membuat frustrasi anak asuh Thomas Tuchel. Mengantisipasi kebuntuan serupa yang bisa berlanjut hingga babak tambahan, skuad Inggris dilaporkan telah mematangkan menu latihan adu penalti secara intensif demi menjaga ketenangan mental pemain jika takdir laga harus ditentukan lewat titik putih.