Kiper legendaris Timnas Meksiko, Guillermo Ochoa, secara resmi mengumumkan keputusan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 41 tahun. Pengumuman emosional tersebut disampaikan langsung oleh sang penjaga gawang melalui akun media sosial pribadinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ochoa mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas perjalanan kariernya yang luar biasa selama bertahun-tahun. "Saya tidak pernah membayangkan seberapa jauh sebuah mimpi bisa membawa saya. Hari ini, saya hanya bisa melihat ke belakang dengan rasa bangga dan mengucapkan TERIMA KASIH. Terima kasih kepada keluarga saya, rekan satu tim, dan setiap pendukung yang telah mendampingi saya di setiap langkah perjalanan ini," ujar Ochoa.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa tenang karena telah memberikan segalanya untuk negara. "Saya menyimpan kasih sayang dari jutaan orang dalam diri saya dan ketenangan karena telah memberikan segalanya untuk Meksiko. Tidak ada yang bisa merenggut apa yang telah kita lalui bersama. Dari lubuk hati yang paling dalam, terima kasih untuk semuanya," lanjutnya.
Mantan kiper AC Ajaccio tersebut mengukir sejarah luar biasa sepanjang kariernya. Ochoa memegang rekor partisipasi dalam enam edisi Coupes du monde, sebuah pencapaian langka yang ia pegang bersama nama-nama besar dunia sepak bola seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Laga terakhir Ochoa bersama Timnas Meksiko terjadi saat menghadapi Tchéquie yang berakhir dengan kemenangan 2-0. Usai laga tersebut, Ochoa mendapatkan penghormatan penuh dan selebrasi meriah dari para penggemar di Estadio Azteca, Mexico.
Di tingkat klub, Ochoa mengawali karier profesionalnya di América sebelum memutuskan merantau ke Eropa bersama AC Ajaccio pada rentang 2011 hingga 2014. Ia juga menjadi satu-satunya pemain asal Meksiko yang pernah masuk dalam nominasi Ballon d'Or pada tahun 2007.
Selama berkarier di Eropa, Ochoa sempat memperkuat sejumlah klub papan atas di berbagai negara, seperti Málaga dan Granada di Spanyol, Standard de Liège di Belgia, Salernitana di Italia, AVS Futebol di Portugal, serta mengakhiri petualangannya di klub Siprus, AEL Limassol.