Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Kisah Perpisahan Kevin Keegan dari...
OLAHRAGA

Kisah Perpisahan Kevin Keegan dari Liverpool, Pergi Usai Raih Champions

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 21 Juli 2026
Kevin Keegan merayakan kemenangan bersama Liverpool

Kevin Keegan merayakan kemenangan bersama Liverpool

Liverpool sempat dibuat tak percaya ketika bintang utamanya, Kevin Keegan, memutuskan angkat kaki dari Anfield. Keputusan tersebut berawal dari hengkangnya sang mentor, Bill Shankly, yang meninggalkan luka mendalam bagi sang pemain hingga hubungan emosionalnya tak lagi sama saat Bob Paisley mengambil alih kursi kepelatihan.

"Kepergian Bill tentu memainkan peran besar dalam keputusan saya untuk pergi. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Bob, ketika Bill pergi, rasanya seolah separuh dari klub ini ikut hilang bagi saya. Tidak ada yang bisa menggantikannya," ujar Keegan mengenang masa-masa tersebut.

Sebelum menjadi bintang besar, Keegan didatangkan Shankly dari klub kecil Scunthorpe dengan harga yang sangat murah. Shankly bahkan sempat berseloroh bahwa keberhasilan Liverpool merekrut Keegan muda tak ubahnya seperti sebuah aksi perampokan berdarah karena harganya yang terlalu murah dibanding potensinya.

Ungkapan Shankly terbukti tepat setelah Keegan langsung membawa Liverpool meraih kesuksesan. Ia mempersembahkan gelar ganda Liga Inggris dan Piala UEFA pada 1973 melalui dua golnya di partai final, dilanjutkan dengan trofi Piala FA pada tahun berikutnya lewat performa gemilang di laga puncak.

Pada musim 1976, Keegan kembali tampil sebagai pahlawan saat membantu The Reds menjuarai Piala UEFA dan Liga Inggris. Meski sempat berada di peringkat kedua Ballon d'Or di belakang Allan Simonsen, keputusan sang pemain berpostur 173 cm tersebut untuk mencari tantangan baru di luar Inggris sempat membuat pendukung Anfield merasa dikhianati.

Namun, Keegan bertekad memberikan salam perpisahan termanis dengan memenangkan seluruh kompetisi tersisa di musim terakhirnya. Liverpool berhasil mengamankan gelar Liga Inggris usai unggul satu poin dari Manchester City, meski mereka harus menelan kekecewaan di final Piala FA setelah kalah dari Manchester United.

Puncak perpisahan Keegan terjadi pada 25 Mei 1977 di Stadio Olimpico, Roma, pada laga final Liga Champions melawan Borussia Monchengladbach. Keegan tampil luar biasa dan mengacak-acak pertahanan klub asal Jerman tersebut hingga memicu penalti yang mengunci kemenangan Liverpool.

"Dia mengalahkan kami seorang diri," puji Allan Simonsen usai menyaksikan kehebatan Keegan di lapangan.

Kemenangan di Roma tersebut mempersembahkan trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah Liverpool sekaligus menutup karier Keegan bersama The Reds dengan torehan tepat 100 gol. Ia kemudian melanjutkan kariernya bersama Hamburg SV dan berhasil meraih Ballon d'Or di sana.

Topics
kevin keegan liverpool fc liga champions bill shankly sepak bola internasional
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.