Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Laga Terakhir Deschamps Besut...
OLAHRAGA

Laga Terakhir Deschamps Besut Prancis, Zidane Bersiap Menggantikan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 19 Juli 2026
Didier Deschamps memberikan instruksi terakhir kepada pemain Prancis menjelang laga melawan Inggris

Didier Deschamps memberikan instruksi terakhir kepada pemain Prancis menjelang laga melawan Inggris

Didier Deschamps bersiap menyudahi era kepemimpinannya yang luar biasa selama 14 tahun bersama Timnas Prancis. Pelatih berusia 57 tahun tersebut akan mendampingi Les Bleus untuk terakhir kalinya dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris pada hari Sabtu ini.

Laga pamungkas Deschamps ini diwarnai dengan kabar burung yang sudah menjadi rahasia umum di sepak bola Prancis. Sosok legenda besar sekaligus mantan rekan setimnya saat menjuarai Piala Dunia 1998, Zinedine Zidane, dilaporkan sudah bersiap di balik layar untuk mengambil alih kursi kepelatihan setelah turnamen selesai.

Deschamps sebenarnya sangat berambisi untuk menutup karier internasionalnya dengan mempersembahkan trofi Piala Dunia ketiga bagi Prancis. Les Bleus sempat tampil perkasa sebagai tim favorit sepanjang turnamen, namun langkah mereka harus terhenti di babak semifinal setelah ditumbangkan Spanyol dengan skor 2-0 di Arlington, Texas.

Kekalahan menyakitkan tersebut memupus mimpi Prancis untuk menembus babak final Piala Dunia tiga kali secara beruntun. Meski gagal melaju ke partai puncak dan kini harus memperebutkan medali perunggu, Deschamps menegaskan bahwa dirinya tidak ingin larut dalam perpisahan yang penuh drama dan emosional.

"Saya mendapat hak istimewa untuk mengalami momen-momen yang ajaib, dan momen lain yang sulit. Namun hidup terus berjalan. Saya adalah orang yang positif, dan saya tahu hal-hal baik akan tetap datang," ujar Deschamps menjelang pertandingan terakhirnya tersebut.

Nama Deschamps akan selalu dikenang sebagai arsitek utama di balik keberhasilan Prancis merengkuh trofi Piala Dunia 2018 di Rusia. Prestasi emas itu digapainya tepat 20 tahun setelah ia sendiri bertindak sebagai kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia pertama Prancis pada tahun 1998 silam.

Pelatih berambut putih ini sukses membangkitkan Prancis dari keterpurukan total pasca-tragedi Piala Dunia 2010 silam, saat skuad Les Bleus melakukan boikot terhadap pelatih Raymond Domenech. Di bawah asuhan Deschamps, Prancis menjelma menjadi kekuatan menakutkan dengan rekor menembus semifinal dalam lima dari tujuh turnamen mayor yang mereka ikuti.

Ketika ditanya mengenai rahasia kesuksesannya yang konsisten, Deschamps menjawab dengan sedikit bergurau. "Saya tidak tahu, memiliki pemain yang sangat bagus, saya rasa. Tapi saya juga tidak melakukan pekerjaan saya dengan terlalu buruk," katanya dengan nada rendah hati.

Pertandingan melawan Inggris nanti akan menjadi laga ke-27 bagi Deschamps di panggung Piala Dunia sebagai pelatih, sebuah rekor tertinggi dalam sejarah sepak bola. Setelah peluit panjang berbunyi, tongkat estafet kepelatihan kemungkinan besar akan langsung diserahkan kepada Zinedine Zidane yang sudah menganggur sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021 lalu.

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, sempat memberikan sinyal kuat mengenai suksesor bangku kepelatihan ini. "Tidak banyak orang yang mampu memimpin salah satu tim nasional terbesar di dunia. Dibutuhkan seseorang yang memenuhi setiap syarat dan didukung oleh semua orang di Prancis," ungkap Diallo.

Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.