Peyton Watson menjadi salah satu komoditas paling panas di bursa restricted free agent NBA setelah tampil gemilang bersama Denver Nuggets pada musim 2025-26. Pemain jebolan UCLA ini bertransformasi menjadi wing dengan kemampuan "three-and-D" berkualitas tinggi pada tahun keempatnya di liga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sepanjang musim lalu, Watson berhasil mencatatkan rata-rata 14,6 poin, 4,9 rebound, 1,1 blok, dan 0,9 steal per pertandingan. Akurasi tembakannya juga sangat impresif, dengan persentase 49,1 persen dari lapangan dan 41,1 persen dari area tripoin, yang membuatnya menjadi incaran banyak tim besar.
Los Angeles Lakers menjadi salah satu tim yang sangat berminat untuk memboyong Watson. Kendati demikian, laporan terbaru dari insider NBA, Jake Fischer, menyebutkan bahwa peluang Lakers untuk mendaratkan sang pemain melalui skema sign-and-trade hampir tertutup rapat.
"Lakers tidak memiliki modal draf aset untuk memenuhi harga yang diminta oleh Denver Nuggets. Lakers saat ini hanya terbatas pada satu hak pertukaran draf putaran pertama tahun 2032. Mereka tidak punya pilihan draf putaran pertama yang bisa ditukarkan, jadi itu adalah sesuatu yang tidak akan dimulai oleh Denver," ujar Fischer.
Fischer juga menambahkan bahwa ketertarikan Lakers terhadap Watson sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak tenggat waktu transfer lalu. Namun, manajemen Lakers sadar betul bahwa saat ini tidak ada jalan yang masuk akal untuk bisa memuaskan keinginan Denver Nuggets dalam kesepakatan transfer tersebut.
Keterbatasan aset draf Lakers ini merupakan konsekuensi dari langkah agresif mereka sebelumnya yang mendatangkan center andalan eks Utah Jazz, Walker Kessler. Dalam kesepakatan sign-and-trade pada awal Juli lalu, Lakers harus merelakan dua hak draf putaran pertama dan dua hak pertukaran draf putaran pertama demi memboyong Kessler.
Mengingat peluang mendapatkan Watson yang sangat kecil, Los Angeles Lakers kini disarankan untuk mengalihkan fokus mereka. Manajemen tim asal Hollywood tersebut dinilai lebih baik berupaya keras mengejar Jonathan Kuminga melalui skema sign-and-trade dengan Atlanta Hawks, atau beralih ke Matisse Thybulle sebagai opsi alternatif.