Patrick Timothy Crerand atau yang akrab disapa Paddy Crerand adalah salah satu gelandang legendaris yang pernah dimiliki oleh Manchester United dan Celtic. Lahir di Gorbals, Glasgow, 19 Februari 1939, pria keturunan Irlandia ini dikenal karena keganasannya di lapangan, sekaligus visi bermain yang luar biasa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Crerand memulai karir profesionalnya di Celtic. Ia bermain selama enam tahun dan mencatatkan 120 penampilan sebelum akhirnya hengkang ke Manchester United pada 6 Februari 1963, tanggal yang bertepatan dengan peringatan kelima tragedi Munich. Ia langsung menjadi bagian penting dari skuad Setan Merah.
Di United, Crerand membentuk duet mematikan dengan George Best. Bakat passing akurat dan ketangguhannya menjadi pelindung bagi Best yang kerap menjadi sasaran empuk lawan. Best sendiri pernah mengakui bahwa ia selalu mencari Crerand saat mendapat tekanan karena sang gelandang adalah pemain keras yang tidak segan beradu fisik.
Bersama United, ia meraih berbagai gelar bergengsi. Ia memenangkan Liga Inggris dua kali (1965 dan 1967), Piala FA 1963, dan yang paling membanggakan adalah Piala Eropa atau Liga Champions pada 1968. Ia juga mengoleksi 16 caps untuk tim nasional Skotlandia.
Namun, karirnya tidak hanya dihiasi trofi. Pada 13 Mei 1967, dalam laga melawan Stoke City, ia terlibat insiden meludah yang akhirnya mengubah aturan sepak bola internasional. FIFA kemudian memasukkan tindakan meludah sebagai pelanggaran yang dapat dihukum kartu merah, setara dengan kekerasan.
Setelah pensiun sebagai pemain pada 1971, Crerand sempat menjadi asisten manajer di bawah Tommy Docherty dan kemudian menangani Northampton Town pada 1976-1977. Ia juga sempat berkarir sebagai komentator di Piccadilly Radio sebelum bergabung dengan MUTV.
Saat ini, nama Paddy Crerand masih sangat lekat dengan MUTV. Ia menjadi komentator untuk semua pertandingan tim utama dan tim cadangan, serta membawakan acara phone-in berjudul The Paddy Crerand Show. Acara yang telah berlangsung selama 252 episode ini baru saja berakhir pada 2019.
Meski menjadi legenda, ia tak luput dari kritik. Eks kapten United, Roy Keane, pernah mengkritik Crerand dan Bryan Robson karena dianggap terlalu bias membela Manchester United dalam setiap komentar mereka di media, terutama terkait keputusan wasit yang merugikan tim.