Nottingham Forest, klub sekota dengan Notts County di West Bridgford, Inggris, adalah salah satu institusi sepak bola paling tua dan bertahan di kompetisi kasta teratas Premier League. Berdiri sejak 1865, mereka telah melalui pasang surut yang ekstrem, dari puncak kejayaan Eropa hingga terjerembap ke divisi ketiga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Momen paling gemilang dalam sejarah klub terjadi pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Di bawah asuhan duet legendaris Brian Clough dan Peter Taylor, Forest menjelma menjadi kekuatan yang disegani. Prestasi terbesar mereka adalah dua gelar European Cup atau Liga Champions secara berturut-turut pada 1979 dan 1980, menjadikan mereka salah satu dari enam klub Inggris yang pernah menjuarai kompetisi elit Eropa tersebut.
Kejadian unik pun terjadi. Forest menjadi satu-satunya tim di Eropa yang berhasil memenangkan Liga Champions lebih sering daripada gelar juara liga domestik mereka, yang hanya satu kali. Selain itu, mereka juga mengoleksi satu Piala Super Eropa, dua Piala FA, empat Piala Liga, dan satu FA Charity Shield.
Namun, kebesaran itu tak berlangsung abadi. Setelah era Clough berakhir pada 1993, Forest mulai terpuruk. Mereka terdegradasi dari Premier League di musim yang sama dan harus melewati masa-masa sulit, bahkan terjerembap ke kasta ketiga pada 2005, sebuah rekor kelam bagi klub yang pernah menjadi raja Eropa.
Setelah bertahun-tahun berjuang di Championship, harapan kembali bersinar. Di bawah asuhan Steve Cooper, Forest berhasil meraih tiket promosi ke Premier League lewat kemenangan dramatis di final play-off Wembley pada 2022, mengalahkan Huddersfield Town 1-0.
Perjalanan di Premier League tak semulus yang dibayangkan. Mereka harus beradaptasi dengan belanja pemain besar-besaran dan beberapa kali berganti manajer. Pada musim 2024/25, Nuno Espirito Santo membawa mereka bersaing di papan atas, bahkan sempat berada di zona Liga Champions sebelum akhirnya finis ketujuh.
Hasil itu membawa mereka kembali ke pentas Eropa setelah 30 tahun absen, meski kemudian ditingkatkan menjadi Liga Europa setelah adanya sanksi terhadap klub lain. Namun, stabilitas di kursi pelatih tetap menjadi momok. Dalam waktu singkat, Nuno dipecat dan digantikan oleh Ange Postecoglou, yang kemudian juga dipecat, dan digantikan Sean Dyche, dan Vitor Pereira, sebelum akhirnya Oliver Glasner ditunjuk pada Juli 2026.
Kini, Nottingham Forest masih berupaya membangun fondasi yang kuat. Mereka berambisi merenovasi stadion City Ground yang telah menjadi rumah mereka sejak 1898 menjadi stadion berkapasitas lebih dari 52 ribu penonton, sebuah proyek ambisius yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan masa lalu.