Los Angeles County Department of Medical Examiner menyatakan bahwa bintang NBA asal Memphis Grizzlies Brandon Clarke meninggal dunia karena efek heroin dan kokain.
Pemeriksa medis memutuskan bahwa kematian Clarke pada 11 Mei merupakan sebuah kecelakaan murni. Efek kombinasi dari beberapa obat resep dokter turut diidentifikasi sebagai kondisi kontribusi signifikan, meskipun rincian obat tersebut tidak diungkapkan ke publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemain berusia 29 tahun itu ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah kamar tidur pada rumah di San Fernando Valley, California. Tim paramedis menyatakan Clarke telah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pemeriksa medis melakukan pemeriksaan sehari setelah penemuan jenazah sebelum akhirnya merilis penyebab resmi kematian pada hari Jumat. Laporan lengkap dari pemeriksa medis belum dirilis secara keseluruhan.
Perjalanan Karier Basket dan Kasus Hukum Brandon Clarke
Clarke menghabiskan tujuh tahun karier profesionalnya di NBA bersama Memphis Grizzlies setelah menyelesaikan karier basket perguruan tinggi di Gonzaga. Selama membela Grizzlies, ia mencetak rata-rata 10,2 poin dan 5,5 rebound dari 309 pertandingan.
Cedera berat sempat membatasi penampilan Clarke selama beberapa musim terakhir. Ia harus absen lebih dari satu tahun akibat cedera robek tendon Achilles pada 2023 dan hanya tampil dalam dua laga pada musim 2025-26.
Sekitar enam minggu sebelum meninggal dunia, Clarke sempat ditangkap di Arkansas atas tuduhan kepemilikan serta perdagangan zat terlarang menyusul penghentian kendaraan oleh pihak kepolisian.
Manajemen Memphis Grizzlies mengenang Clarke sebagai rekan setim luar biasa dan pribadi baik. Pengaruh positif almarhum dinilai dirasakan luas di dalam organisasi tim maupun komunitas Memphis.