Alfred Riedl merupakan mantan pemain sepak bola profesional asal Austria yang kemudian mencatatkan namanya sebagai juru taktik berpengalaman di berbagai negara, termasuk Indonesia. Lahir pada 2 November 1949, perjalanan kariernya di dunia kulit bundar membentang dari era pemain hingga menjadi salah satu pelatih asing paling ikonik di Asia Tenggara.
Sebagai pemain, Riedl dikenal sebagai seorang penyerang tajam yang mengawali karier profesional bersama Austria Wien dari 1967 hingga 1972. Setelah itu, ia melanjutkan petualangan sepak bola di Liga Belgia memperkuat klub seperti Sint-Truiden, Royal Antwerp, dan Standard Liège, sebelum sempat merumput di Prancis bersama FC Metzin dan kembali ke Austria membela Grazer AK, Wiener Sportclub, serta VfB Admira Wacker Mödling.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier internasionalnya sebagai pemain ditandai dengan empat kali penampilan membela tim nasional Austria, dengan debut terjadi pada April 1975 menghadapi Hungaria. Pengalaman panjang di kompetisi Eropa membentuk fondasi kuat bagi Riedl untuk kemudian beralih profesi ke dunia kepelatihan setelah gantung sepatu.
Memasuki babak baru sebagai pelatih, Riedl membesut sejumlah klub dan tim nasional di belahan dunia berbeda, mulai dari Olympique Khouribga di Maroko, Al-Zamalek di Mesir, hingga Al Salmiya di Kuwait. Namanya semakin melambung ketika menangani berbagai timnas negara Asia, terutama Vietnam dan Laos, sebelum akhirnya menjalin kisah panjang bersama Indonesia.
Jejak Kepelatihan Alfred Riedl Bersama Skuad Garuda
Alfred Riedl pertama kali ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional dan U-23 Indonesia pada Mei 2010. Ia langsung mencuri perhatian publik pencinta sepak bola tanah air dengan membawa Skuad Garuda melaju hingga partai puncak Piala AFF Suzuki 2010 sebelum harus puas finis sebagai runner-up usai takluk dari Malaysia.
Meski sempat mengalami pergantian masa kepemimpinan akibat dinamika internal federasi sepak bola Indonesia, Riedl kembali dipercaya memegang kendali kepelatihan Skuad Garuda pada akhir tahun 2013. Sentuhan tangan dinginnya kembali teruji pada periode ketiga kepelatihannya di tahun 2016 ketika sukses membawa Indonesia kembali menembus final Piala AFF.
Di level klub Indonesia, Riedl juga sempat menerima pinangan PSM Makassar pada awal tahun 2015 sebelum akhirnya memutuskan mundur sebelum kompetisi resmi dimulai. Pengaruh besar kehadirannya membuat Riedl selalu dikenang sebagai sosok pelatih karismatik yang sangat dekat dengan perkembangan sepak bola Indonesia.
Alfred Riedl tutup usia pada 8 September 2020 di Austria akibat penyakit kanker yang dideritanya. Warisan taktik, kedisiplinan, serta kenangan manis perjuangannya bersama Timnas Indonesia akan selalu terpatri di hati para pendukung sepak bola tanah air.