Persatuan Seluruh Indonesia mengecam keras gelombang kritik serta serangan dunia maya ditujukan kepada bek Timnas Indonesia Justin Hubner. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, gelombang kebencian tersebut tidak hanya menyerang sang pemain secara pribadi, melainkan melebar hingga menyasar anggota keluarga termasuk istri dan anaknya.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan oknum suporter sudah melewati batas kewajaran. Sebagaimana dilaporkan, Justin Hubner menerima berbagai bentuk ujaran kebencian hingga ancaman serius melalui pesan langsung di akun Instagram miliknya pada akhir pekan lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya," ujar Yunus menanggapi insiden penyerangan mental terhadap pemain andalan skuad Garuda tersebut.
PSSI menilai Justin Hubner selalu menunjukkan semangat juang tinggi serta dedikasi total setiap kali mengenakan jersey Garuda di atas lapangan. Berdasarkan analisis Kabayan News, penampilan tanpa kompromi sang pemain kerap disalahartikan oleh oknum suporter tidak bertanggung jawab.
"Coba lihat kalau main, dia hajar sana hajar sini dengan kemampuan dia. Tetapi sangat kita sayangkan masih ada masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu," tegas Yunus.
PSSI membuka pintu bagi kritik membangun, namun meminta publik menghentikan segala bentuk serangan personal yang melibatkan keluarga pemain. Mengutip laporan resmi, tekanan mental berlebihan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap psikologis atlet.
"Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara," pungkas Yunus memperingatkan konsekuensi jangka panjang dari tindakan perundungan.