Profil Iswadi Idris sebagai legenda sepak bola Indonesia mencatatkan rekam jejak gemilang sebagai salah satu pemain paling berbakat di era 1960-an hingga 1970-an.
Berdasarkan catatan sejarah sepak bola nasional, Iswadi lahir pada tanggal 18 Maret 1948 dan memperoleh julukan Boncel karena postur tubuhnya relatif pendek yakni 165 sentimeter.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKiprahnya bersama timnas PSSI sangat disegani berkat visi permainan luas, disiplin tinggi, serta peran vitalnya sebagai kapten tim dari awal tahun 1970 hingga 1980.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kehebatan Iswadi tidak hanya terbatas pada posisi gelandang, melainkan juga kemampuannya beradaptasi di berbagai lini mulai dari bek kanan hingga sweeper.
Selain membela klub lokal seperti Persija dan PSPS Pekanbaru, ia menorehkan sejarah membanggakan sebagai pemain pertama Indonesia yang dikontrak klub asing asal Australia, Western Suburbs.
Mengutip laporan dari berbagai sumber arsip olahraga, ia bersama Soetjipto Soentoro, Abdul Kadir, dan Jacob Sihasale pernah dijuluki sebagai kuartet tercepat di Asia berkat kelincahan luar biasa di lapangan.
Pengabdian Iswadi bagi sepak bola tanah air berlanjut hingga akhir hayatnya melalui berbagai peran penting di kepengurusan PSSI sebelum ia wafat pada tanggal 11 Juli 2008.