Lionel Messi meninggalkan Miami dan tiba di kampung halamannya di Rosario, Argentina, untuk menghadiri pemakaman sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal dunia di usia 68 tahun. Kapten Timnas Argentina itu langsung bergegas pulang untuk mendampingi keluarga tercinta yang tengah berduka mendalam.
La Pulga bertolak dari Fort Lauderdale, Florida, pada Rabu pagi waktu setempat dan mendarat di Rosario sekitar pukul 20.00 malam. Kabar kepergian Jorge Messi pertama kali diumumkan secara terbuka oleh klub masa kecil Messi, Newell's Old Boys.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMedia lokal Argentina melaporkan Jorge mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Rosario pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kepergian sosok penting dalam hidup sang megabintang ini sontak mengundang duka mendalam dari pencinta sepak bola dunia.
Inter Miami telah memberikan izin penuh kepada Messi untuk meninggalkan klub sementara waktu demi fokus mendampingi keluarga dalam masa berkabung. Ia diperkirakan bakal tinggal di Argentina selama prosesi pemakaman berlangsung.
Peran Besar Jorge Messi dalam Karier Sepak Bola La Pulga
Jorge Messi bukan hanya sekadar orang tua bagi sang pemain bintang, melainkan figur sentral di balik kesuksesan besar putranya di lapangan hijau. Jorge bertindak sebagai pelatih pertama Messi semasa kecil di Argentina dan turut membimbing kepindahan krusial sang anak ke Barcelona.
Seiring menanjaknya prestasi La Pulga di kancah internasional, Jorge juga mengambil alih peran penting sebagai agen pribadi. Dedikasi tersebut menjadikan sang ayah sebagai salah satu pilar paling berpengaruh dalam perjalanan sejarah karier sepak bola Lionel Messi.
Messi sempat menceritakan betapa besar andil dan pengaruh ayahnya dalam membentuk mentalitas pemenang di dalam dirinya. Dukungan serta kritik membangun dari sang ayah selalu menjadi motivasi utama baginya untuk terus berkembang.
Ayah saya sangat banyak membantu saya dan selalu bersikap kritis terhadap penampilan saya di lapangan. Hal tersebut membuat saya selalu ingin mendorong kemampuan diri saya menjadi jauh lebih baik lagi.