Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberikan dukungan penuh kepada sang presiden, Gianni Infantino, dalam menghadapi badai kritik dan tekanan politik eksternal.
Berdasarkan laporan resmi FIFA, polemik ini mencuat setelah federasi sepak bola Eropa atau UEFA dikabarkan berupaya melengserkan posisi Infantino menyusul berbagai kebijakan kontroversial termasuk rencana penjualan saham Piala Dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi semakin memanas setelah media Inggris memberitakan dugaan aliran dana UEFA kepada seorang karyawati yang dikaitkan dengan masa lalu Infantino saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara FIFA menegaskan bahwa lembaganya tidak akan mentoleransi proses pemilihan presiden yang mencederai statut dan prosedur demokratis yang berlaku.
"FIFA tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau mentoleransi proses pemilihan presiden manapun yang tidak mematuhi statut federasi," ujar juru bicara FIFA dalam pernyataan resminya pada Minggu.
Pihak FIFA menuding ada upaya terorganisir dari sejumlah pihak tertentu untuk merusak kredibilitas institusi dan kepemimpinan Infantino lewat jalur non-demokratis.
"Semakin jelas terdapat upaya terkoordinasi untuk merusak FIFA dan presidennya. Mereka gagal meraih dukungan melalui prosedur demokratis," lanjut pernyataan tersebut.
Dari analisis redaksi detik.com, ketegangan antara FIFA dan kubu oposisi Eropa kini telah mencapai titik didih tertinggi menjelang agenda pemilihan kepemimpinan berikutnya.