Blackburn Rovers mencatatkan sejarah gemilang dalam kompetisi FA Cup 1890 setelah menundukkan The Wednesday dengan skor telak 6-1 di Kennington Oval, London. Laga puncak yang berlangsung pada 29 Maret 1890 ini menjadi bukti dominasi Blackburn yang berhasil mengangkat trofi FA Cup untuk keempat kalinya sepanjang sejarah klub.
Bintang utama dalam pertandingan ini adalah William Townley, yang mencetak hat-trick bersejarah bagi Blackburn Rovers. Catatan tiga gol dalam satu laga final tersebut merupakan yang pertama kalinya tercipta di ajang FA Cup, sekaligus mengukuhkan posisi Townley sebagai pemain kunci dalam pesta gol tersebut.
Gol-gol Blackburn Rovers lainnya disumbangkan oleh Nat Walton, Jack Southworth, dan Joe Lofthouse yang melengkapi dominasi mereka atas The Wednesday. Sementara itu, satu-satunya gol hiburan bagi The Wednesday diciptakan oleh Albert Mumford di babak kedua setelah memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang lawan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePertandingan ini tercatat sebagai salah satu final dengan skor tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan turnamen FA Cup. Dominasi Blackburn Rovers yang mencetak enam gol dalam satu laga final pun tetap bertahan sebagai rekor produktivitas tertinggi oleh satu tim, sebuah capaian impresif yang kemudian baru bisa disamai oleh Bury pada tahun 1903 dan Manchester City di 2019.
Catatan Kelam The Wednesday di Balik Kekalahan
Di balik hasil pertandingan yang kontras, The Wednesday sebenarnya mengalami kendala persiapan serius karena absennya kapten tim Henry Winterbottom akibat cedera. Selain itu, performa kiper Jim Smith yang dianggap melakukan kesalahan pada dua gol awal Blackburn semakin memperburuk situasi tim yang berbasis di Sheffield tersebut.
Major Francis Marindin, seorang veteran Perang Krimea, memimpin jalannya laga tersebut. Bagi Marindin, laga ini menjadi final terakhir dari tujuh laga berturut-turut yang dipimpinnya, menandai akhir dari pengabdian panjangnya sebagai wasit dalam sejarah krusial kompetisi tertua di dunia tersebut.
Kekalahan telak The Wednesday tidak terlepas dari masalah teknis dan kebugaran pemain yang melanda skuad utama mereka sebelum turun ke lapangan. Absennya kapten Henry Winterbottom di lini pertahanan memberikan celah besar yang dengan cerdik dimanfaatkan oleh para penyerang Blackburn Rovers sepanjang pertandingan.
Kiper Jim Smith menjadi sorotan tajam setelah gagal mengantisipasi sundulan William Townley pada menit keenam dan tendangan jarak jauh Nat Walton. Kritik terhadap performa Smith mewarnai pemberitaan pasca-pertandingan, mengingat ia dianggap tidak menunjukkan upaya maksimal dalam menghalau bola yang masuk ke gawangnya.
Di sisi lain, The Wednesday sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui Micky Bennett, namun penyelesaian akhirnya belum membuahkan hasil. Peluang tersebut sempat menjadi titik balik potensial jika saja eksekusi Bennett lebih akurat, namun dominasi serangan Blackburn terbukti terlalu tangguh untuk dibendung.
Hasil akhir 6-1 ini pun memaksa The Wednesday mengakui keunggulan lawan dalam duel yang disaksikan oleh sekitar 20.000 penonton di Kennington Oval. Meskipun gagal membawa pulang gelar juara, pengalaman di final edisi 1890 ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang sejarah klub yang kini dikenal sebagai Sheffield Wednesday tersebut.