Skandal suap Korea Football Association (KFA) yang melibatkan fasilitas hiburan bagi wasit asing kini merembet ke ranah sepak bola internasional setelah Japan Football Association (JFA) turun tangan melakukan investigasi mendalam.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, gelombang kontroversi ini semakin memanas menyusul pengakuan publik serta permohonan maaf resmi dari KFA sehari sebelumnya akibat tekanan publik yang kian tak terbendung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeJFA mengonfirmasi pihaknya sedang memeriksa empat wasit asal Jepang yang namanya disebut dalam dokumen audit kontroversial tersebut, di mana hasil investigasi akan segera diumumkan ke publik setelah seluruh proses pemeriksaan rampung sepenuhnya.
Berdasarkan laporan yang beredar, akar permasalahan bermula dari audit Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada tahun 2016 yang kembali mencuat ke permukaan usai pemberitaan media lokal awal Agustus ini.
Audit tersebut mengungkap bahwa KFA menggunakan kartu kredit korporat untuk membiayai hiburan panti pijat bagi sekitar 10 wasit asing serta pengawas pertandingan dalam kurun waktu Maret 2011 hingga Maret 2012.
Meski demikian, sejumlah pihak dari Jepang mengingatkan bahwa keterlibatan memimpin pertandingan tidak serta-merta membuktikan keterlibatan pribadi para wasit dalam menerima fasilitas hiburan tersebut.
Dari analisis Kabayan News, sanksi resmi dari FIFA dinilai kecil kemungkinan terjadi mengingat batas waktu kedaluwarsa kode etik FIFA umumnya berkisar antara lima hingga 10 tahun, ditambah sebagian besar wasit yang terlibat kini telah pensiun.