Ilmuwan menemukan spesies hewan mikroskopik Adineta vaga dari kelompok rotifer memiliki kemampuan luar biasa dalam memperbaiki DNA yang hancur lintas generasi. Hewan mikroskopik ini mampu bertahan dari radiasi ekstrem hingga 500 gray yang dapat memecah kromosom menjadi puluhan bagian.
Karine Van Doninck selaku ahli biologi evolusi dari Universite Libre de Bruxelles menyatakan bahwa penemuan tersebut belum pernah didokumentasikan sebelumnya pada makhluk hidup lain. Hewan tersebut dapat menstabilkan ujung kromosom yang rusak dan meneruskannya ke keturunan berikutnya untuk melanjutkan perbaikan.
Proses unik ini terungkap setelah tim peneliti menganalisis telur dari Adineta vaga yang telah terpapar radiasi kuat dalam eksperimen laboratorium. Mereka menemukan bahwa potongan DNA yang hilang dapat dipulihkan secara progresif seiring berjalannya waktu dan pergantian generasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMekanisme perbaikan tersebut melibatkan struktur kromosom holosentrik dan proses bernama break-induced homologous extension repair atau BIHER. Melalui mekanisme ini, fragmen kromosom yang pecah tetap dapat terdistribusi dengan baik ke sel anak saat terjadi pembelahan sel.
Adaptasi Ekstrem Adineta Vaga Hadapi Lingkungan
Kemampuan bertahan hidup yang dimiliki Adineta vaga berawal dari adaptasi mereka terhadap lingkungan tempat tinggal yang mudah mengering seperti lumut dan liken. Proses kekeringan ekstrem ternyata memberikan dampak kerusakan fisik pada DNA yang serupa dengan paparan radiasi pengion.
Bernard Hallet selaku ahli biologi molekuler dari Universite Catholique de Louvain menjelaskan bahwa resistensi terhadap radiasi merupakan efek samping dari evolusi ketahanan terhadap dehidrasi. Hal tersebut menunjukkan bagaimana alam menciptakan mekanisme pertahanan hidup yang sangat kompleks pada organisme kecil.
Para peneliti kini terus mempelajari mesin molekuler di balik proses perbaikan DNA yang dilakukan oleh rotifer tersebut secara mendalam. Penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait penanganan kerusakan kromosom pada bidang sains lainnya.
Hasil penemuan penting mengenai kemampuan regenerasi lintas generasi pada hewan mikroskopik ini telah resmi dipublikasikan melalui jurnal ilmiah Science Advances. Penemuan ini membuka peluang besar untuk memahami ketahanan sel terhadap kerusakan genetik yang masif.