Di tengah kekhawatiran krisis air bersih yang melanda banyak daerah saat musim kemarau, warga di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, justru menikmati berkah dari fenomena alam yang tidak biasa di Kali Odo.
Berdasarkan laporan detikJateng, sungai atau Kali Odo memiliki karakteristik yang sangat unik karena aliran airnya justru deras saat musim kemarau, sementara dasar sungai akan mengering total begitu musim penghujan tiba.
Pengurus Wisata Kali Odo, Agung Sulistiono, menjelaskan bahwa keunikan ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat setempat saat kesulitan air bersih.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Dari buyut-buyut, sepuh-sepuh, memang dari dulu kita disuruh ngambil air itu ya pas musim kemarau aja, karena kita kan kesusahan air di bulan kemarau," ujar Agung sebagaimana dikutip dari laporan detikJateng, Jumat.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, fenomena tersebut bersumber dari tujuh titik mata air di kawasan tersebut yang hanya aktif memancarkan air ketika musim kemarau panjang berlangsung.
Agung menuturkan bahwa aliran air dari ketujuh mata air itu akan langsung berhenti total secara misterius begitu musim hujan datang, terutama ditandai dengan kemunculan cuaca buruk seperti hujan disertai petir.
Menjelang datangnya musim kemarau, warga setempat secara rutin menggelar tradisi bersih kali guna membersihkan tumpukan sampah di dasar sungai yang kering sebelum mata air mulai memancar kembali.
Ketika air mulai mengalir deras, warga mengadakan tradisi sadranan sebagai bentuk wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memanjatkan doa agar ketersediaan air tetap terjaga.
Mengutip keterangan pengurus wisata setempat, aliran air dari Kali Odo ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berbagai keperluan harian, mulai dari mencuci pakaian hingga dibawa pulang sebagai cadangan air bersih.
Selain dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, lokasi Kali Odo juga kerap dikunjungi oleh sejumlah rombongan dari luar daerah untuk mengambil air atau menjalankan ritual tradisi tertentu, khususnya menjelang bulan Muharam atau Suro.