Sebagaimana diwartakan oleh media 20minutos, pihak Istana Moncloa di Spanyol menilai ada "informasi berkepentingan" dan manipulatif yang sengaja disebarkan di tengah ancaman penyelidikan yudisial terkait krisis perbatasan di Ceuta.
Pemerintah Spanyol mengaku heran mengapa Pusat Informasi Imigrasi dan Perbatasan (CENIF) tidak membagikan laporan penyelidikan yang menyebut dugaan keterlibatan aparat Maroko dalam pembukaan perbatasan kepada jajaran eksekutif terlebih dahulu.
Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska bahkan telah mengirimkan surat kepada Dewan Kekuasaan Kehakiman untuk menyatakan kekhawatirannya atas instruksi hakim María Tardón yang membatasi akses laporan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, pihak Istana Moncloa mengakui bahwa setelah adanya permintaan resmi agar pejabat tinggi kepolisian dapat mengakses dokumen tersebut, pihak pengadilan langsung memberikan izin tanpa hambatan.
Di sisi lain, Menteri Transportación Óscar Puente secara terbuka meragukan kredibilitas sebagian besar bukti visual dalam laporan kepolisian yang disebut bersumber dari rekaman video di media sosial dengan narasi yang meragukan.
Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa tuduhan langsung terhadap keterlibatan resmi negara Maroko dalam insiden masuknya puluhan ribu migran tersebut merupakan sebuah disinformasi yang rumit dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Perdana Menteri Pedro Sánchez menegaskan bahwa jika ditemukan bukti yang sahih mengenai keterlibatan pihak asing, pemerintah akan bertindak secara transparan dan tegas tanpa ragu.