Pemimpin kubu oposisi sekaligus Presiden Partido Popular Alberto Nunez Feijoo melontarkan kritik tajam yang menyebut Perdana Menteri Pedro Sanchez bersikap lebih mirip sebagai budak Maroko daripada pemimpin tertinggi pemerintahan Spanyol.
Sebagaimana diberitakan oleh media massa, pernyataan keras tersebut disampaikan Feijoo dalam sebuah wawancara khusus yang menyoroti kebijakan luar negeri serta diplomasi tertutup pemerintah terhadap Rabat.
Menurut laporan wawancara yang dipublikasikan oleh Europa Press, Feijoo menilai kebijakan semacam itu justru berujung pada insiden invasi teritorial yang mengancam kedaulatan wilayah Spanyol.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, politisi oposisi tersebut mendesak pemerintah pusat agar segera memberikan izin resmi bagi Raja Felipe VI untuk berkunjung langsung ke wilayah kantong Ceuta.
Dikutip dari keterangan narasumber, kunjungan kepala negara tersebut dinilai sangat mendesak mengingat situasi krisis kemanusiaan, masalah kesehatan publik, serta gangguan ketertiban umum yang sedang melanda kawasan tersebut.
Feijoo mengungkapkan bahwa Raja Felipe VI selaku kepala negara dan penjaga kedaulatan konstitusional memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat yang tengah menghadapi krisis belum pernah terjadi sebelumnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pernyataan kontroversial dari Menteri Kehakiman Maroko yang sempat mempertanyakan status kedaulatan wilayah Ceuta dan Melilla di bawah kekuasaan Spanyol.
Berdasarkan penilaian sang pemimpin oposisi, penanganan krisis yang buruk dari pemerintahan saat ini membuat posisi Spanyol semakin melemah di kancah internasional.
Ia menyesalkan sikap Pedro Sanchez yang dinilai gagal merangkul seluruh kekuatan politik melalui deklarasi bersama demi mempertahankan keutuhan teritorial negara.
Selain masalah perbatasan, Feijoo turut menyoroti kebijakan migrasi pemerintah yang dianggap memicu dampak buruk berupa peningkatan arus kedatangan ilegal secara drastis.
Menutup keterangannya, ia juga mengkritik langkah pemerintah Spanyol yang memberlakukan kontrol perbatasan secara ketat terhadap para pelancong asal Italia pasca penangguhan ruang Schengen.