Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Masalah Emisi Mobil Plug-In Hybrid,...
TEKNOLOGI

Masalah Emisi Mobil Plug-In Hybrid, Produsen Minta Aturan Ditunda

By Tomi Ali 2 min read 11 September 2026
Mobil plug-in hybrid hadapi masalah emisi tinggi di tengah desakan penundaan aturan

Mobil plug-in hybrid hadapi masalah emisi tinggi di tengah desakan penundaan aturan

Mobil plug-in hybrid atau PHEV yang terdaftar di Uni Eropa pada 2024 rata-rata menghasilkan emisi 145 gram CO2 per kilometer. Angka riil tersebut jauh melampaui rating resmi laboratorium yang hanya sebesar 24 gram CO2 per kilometer berdasarkan analisis terbaru dari Transport & Environment (T&E).

Temuan dari pemantauan bahan bakar on-board yang melibatkan 220.000 kendaraan tersebut mencerminkan perbedaan signifikan antara kondisi berkendara nyata di jalan raya dan pengujian standar laboratorium. Pada registrasi tahun sebelumnya, emisi aktual tercatat 138 gram CO2 per kilometer dengan rating resmi 28 gram CO2 per kilometer.

Kesenjangan emisi tersebut terus melebar setiap tahun sejak pemantauan dimulai pada 2021 karena banyak pengguna memperlakukan mobil hybrid tersebut seperti kendaraan konvensional. Akibatnya, mesin pembakaran internal tetap sering menyala dan menghasilkan emisi jauh lebih tinggi dari klaim pabrikan.

Data menunjukkan emisi gas buang riil dari kendaraan PHEV hanya berada 10 persen hingga 14 persen di bawah mobil bensin dan diesel konvensional yang mencatat rata-rata 169 gram CO2 per kilometer. Kondisi ini membuat efisiensi lingkungan dari teknologi hibrida tersebut dipertanyakan dalam operasional sehari-hari.

Penolakan Industri Terhadap Aturan Baru Emisi

Uni Eropa telah mulai memperketat perhitungan faktor utilitas secara bertahap sejak 2025 dengan koreksi lanjutan yang dijadwalkan pada 2027. Aturan ketat tersebut bertujuan mencerminkan emisi secara lebih akurat dan mencegah produsen menghindari denda miliaran euro.

Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) dan pemasok powertrain Horse menentang perubahan aturan tersebut karena membuat peringkat emisi terlihat kurang ramah lingkungan. Produsen khawatir regulasi ketat menurunkan daya tarik kendaraan hybrid di pasaran.

Kendaraan plug-in hybrid terus mencatat pertumbuhan popularitas dengan menyumbang hampir 10 persen dari total pendaftaran kendaraan penumpang baru di kawasan Uni Eropa pada paruh pertama 2026. Data ACEA memperlihatkan tingginya permintaan pasar terhadap segmen kendaraan tersebut.

Organisasi lingkungan T&E mendesak para pembuat undang-undang untuk menolak tuntutan industri otomotif agar investasi kendaraan listrik tidak tertunda. Dewan Uni Eropa dijadwalkan menggelar perdebatan terkait aturan emisi pada 12 Oktober sebelum pemungutan suara parlemen pada November.

Topics
plug-in hybrid phev emisi co2 uni eropa otomotif t&e acea kendaraan listrik
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.