Berdasarkan laporan media internasional, gelandang andalan tim nasional Argentina sekaligus kapten Boca Juniors, Leandro Paredes, secara terbuka melayangkan kritik terhadap sanksi berat yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin FIFA akibat kericuhan di partai final.
Paredes menilai hukuman larangan bermain sebanyak 10 pertandingan yang diterimanya terasa sangat tidak adil dan berlebihan. Sebagaimana diwartakan, sanksi tersebut bermula dari insiden keributan antara pemain Argentina dan Spanyol di New Jersey usai laga puncak.
Dalam keterangannya seusai pertandingan melawan Lanus di La Bombonera, Paredes mengungkapkan keheranannya terhadap perbedaan perlakuan sanksi antara dirinya dan gelandang tim nasional Spanyol, Gavi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Lo raro es que a Gavi le dieron una y es él el yang me da la piña en el pecho", ujar Paredes mengekspresikan rasa herannya karena sang pemain lawan hanya mendapati hukuman yang jauh lebih ringan meski terlibat langsung dalam insiden pemukulan.
Kendati demikian, pihak manajemen klub dan perwakilan hukum pemain dikabarkan tengah mempersiapkan langkah banding agar masa hukuman tersebut dapat dipangkas sebelum kembali memperkuat tim nasional.
Selain membahas sanksi kontroversial tersebut, Paredes juga menceritakan keputusannya menolak pinangan klub raksasa Italia, AC Milan, demi tetap bertahan dan memberikan performa terbaik bersama skuad Xeneize.
Di akhir wawancara, gelandang kreatif tersebut turut mendedikasikan kemenangan penting atas Lanus untuk rekan setimnya yang tengah mengalami cedera parah, sekaligus menatap optimistis laga krusial berikutnya di ajang Copa Argentina.