Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Studi Ungkap Imigran di Kanada...
TEKNOLOGI

Studi Ungkap Imigran di Kanada Jalani Perawatan ICU Lebih Lama Usai Stroke

By Tomi Ali 2 min read 3 September 2026
Pasien imigran di Kanada jalani perawatan ICU lebih lama setelah terkena stroke

Pasien imigran di Kanada jalani perawatan ICU lebih lama setelah terkena stroke

Pasien imigran di Kanada yang mengalami stroke tercatat menjalani masa perawatan lebih lama di unit perawatan intensif atau ICU dibandingkan dengan penduduk jangka panjang atau warga yang lahir di negara tersebut.

Berdasarkan riset yang diterbitkan pada 2 September 2026 dalam jurnal medis Neurology, penelitian ini melibatkan data dari 85.507 orang yang dirawat akibat stroke iskemik di Ontario dari 2014 hingga 2023.

Dari total pasien tersebut, sebanyak 12,9 persen di antaranya merupakan imigran yang umumnya memiliki rata-rata usia lebih muda, yakni 69 tahun, dibandingkan dengan 76 tahun pada penduduk jangka panjang.

Meskipun tingkat penerimaan awal di ICU ditemukan serupa, pasien dari kalangan imigran rata-rata menghabiskan waktu selama 5,6 hari di ruang intensif atau lebih tinggi dari 3,8 hari bagi penduduk jangka panjang.

Faktor Perbedaan Perawatan Medis Pasien Stroke

Peneliti utama studi ini, Manav V. Vyas dari St. Michael's Hospital-Unity Health Toronto, menjelaskan bahwa faktor hambatan bahasa serta perbedaan pandangan terhadap perawatan akhir hayat menjadi salah satu pemicu durasi inap yang lebih panjang.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pasien imigran memiliki kemungkinan 30 persen lebih besar untuk mengalami masa rawat inap yang lebih panjang di ICU setelah disesuaikan dengan tingkat keparahan stroke serta faktor usia.

Dalam hal penanganan medis awal untuk memulihkan aliran darah, sebanyak 17,2 persen pasien imigran menerima prosedur tersebut, sedikit lebih rendah dibanding 18 persen pada warga jangka panjang.

Sebaliknya, tingkat penggunaan alat penunjang kehidupan seperti dukungan pernapasan ventilator tercatat sedikit lebih tinggi pada kelompok imigran dengan angka 6,5 persen berbanding 5,3 persen.

Selain itu, pemasangan selang makan pada pasien imigran tercatat sebesar 3,0 persen, sementara penduduk jangka panjang berada di angka 1,9 persen.

Para peneliti menyarankan peningkatan akses layanan penerjemah serta edukasi kultural bagi tenaga medis guna memperkecil kesenjangan durasi perawatan di fasilitas kesehatan.

Topics
imigran stroke kanada icu kesehatan riset medis neurology ontario
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.