Penerapan teknologi kecerdasan buatan sebagai resepsionis medis di wilayah Inggris kini menghadapi kendala serius terkait hambatan dialek lokal. Berdasarkan laporan Healthwatch Rotherham, sistem bernama EMMA sering gagal mengenali percakapan karena pekatnya aksen Yorkshire dari para pasien yang menelepon klinik.
Manager Healthwatch Rotherham, Kym Gleeson menyatakan bahwa variasi pelafalan di kawasan South Yorkshire membuat teknologi tersebut kesulitan menangkap maksud panggilan warga. "Salah satu isunya adalah sistem ini tidak selalu bisa memahami apa maksud pertanyaan orang karena aksen Yorkshire mereka yang cukup tebal," ujarnya dikutip dari laporan media.
Berdasarkan analisis Kabayan News, kendala teknis tersebut memicu frustrasi di kalangan masyarakat rentan dan lansia yang membutuhkan layanan kesehatan cepat. Akibat ketidaknyamanan saat berinteraksi via telepon, sejumlah warga akhirnya memilih mendatangi fasilitas medis secara langsung untuk berkonsultasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi temuan itu, pihak pengembang QuantumLoopAI menyampaikan bahwa perangkat lunak mereka telah dirancang untuk mengenali berbagai dialek serta mendukung 17 bahasa asing. Perwakilan perusahaan menambahkan bahwa penelepon selalu memiliki opsi untuk langsung terhubung dengan petugas manusia kapan saja jika mengalami kendala komunikasi.
Data internal perusahaan pengembang mencatat bahwa lebih dari sembilan puluh persen pasien secara nasional tetap memberikan tanggapan positif terhadap efisiensi layanan. Kendati demikian, evaluasi berkala terus dilakukan guna memastikan proses adaptasi teknologi kecerdasan buatan berjalan optimal tanpa mengorbankan kenyamanan pasien.