Belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan seorang mahasiswi baru Universitas Padjadjaran (Unpad) mengalami tekanan psikologis berat. Isu tersebut mencuat setelah video perbincangannya dengan tokoh publik dalam acara penyambutan mahasiswa baru beredar luas dan menuai berbagai respons dari warganet.
Mahasiswi yang diketahui bernama Keisha tersebut sebelumnya sempat menceritakan kisah hidupnya secara terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam dialog yang awalnya mengundang gelak tawa dan simpati itu, ia membagikan kisah perjuangannya berkuliah di Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan dengan penuh keterbatasan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, potongan video perbincangan tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial. Sejumlah pihak menilai beberapa candaan dan pertanyaan yang diajukan dalam sesi tersebut kurang sensitif, hingga memunculkan narasi bahwa sang mahasiswi merasa tertekan, malu, dan enggan melanjutkan kuliah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi isu yang berkembang, Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dengan tegas membantah kabar miring tersebut. Ia memastikan bahwa aktivitas perkuliahan mahasiswi yang bersangkutan berjalan normal tanpa ada hambatan berarti, serta meminta agar permasalahan ini tidak dibesar-besarkan.
"Kuliahnya sih baik-baik saja. Dia enggak ada apa-apa," ujar Arief saat ditemui di Rektorat Unpad, Kamis (20/8/2026). "Justru saya ingin tidak memperbesar ini menjadi masalah lebih meluas, karena kasihan pada anaknya," imbuhnya menegaskan.
Arief juga menambahkan bahwa pihak universitas telah melakukan pertemuan langsung untuk memastikan kondisi psikologis sang mahasiswi. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan pendampingan akademik maupun dukungan moril, termasuk membantu akses fasilitas beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Sementara itu, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM turut memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya. Ia menegaskan bahwa narasi yang menyebut sang mahasiswi jatuh sakit atau malas kuliah akibat ucapannya adalah informasi yang sama sekali tidak benar.
"Saya ingin menyampaikan ya, bahwa berita, informasi, narasi yang mengatakan Keisha, mahasiswa Unpad jurusan ilmu pemerintahan yang bertemu dengan saya pada saat maba dan melakukan oversharing dalam keadaan sakit, malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusan yang dia tekuni, itu adalah berita yang tidak benar," ungkap KDM.
KDM menyebutkan telah berkomunikasi langsung dengan Keisha dan menyampaikan pesan titipan dari yang bersangkutan kepada publik. Mahasiswa asal Leles, Kabupaten Garut itu memohon agar warganet berhenti mengunggah ulang potongan video yang menampilkan cerita privasinya.
Selain itu, KDM juga memastikan bahwa komitmen bantuan biaya pendidikan yang telah diberikan tidak akan dicabut, bahkan telah digenapkan hingga delapan semester penuh. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan ketenangan bagi sang mahasiswi untuk terus fokus menempuh pendidikan tinggi dengan mental yang kuat.