Sebagaimana diwartakan dalam laporan media lokal, Sekolah Kristen Kalam Kudus Makassar menggelar acara Open House yang meriah di Jalan Sungai Cerekang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 21 hingga 22 Agustus 2026 ini tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi program sekolah kepada calon peserta didik baru, melainkan juga wadah unjuk gigi bagi para siswa dalam menampilkan bakat dan potensi mereka sejak usia dini.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pembukaan acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Makassar Dewi Septiawati, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Hamrang, serta Kabid SMP Dinas Pendidikan Makassar Andi Akhmad Muhajir Arif. Hadir pula Pengawas SMP Hasdi, Pengawas SD Barliang, Ketua Badan Pembina Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pusat Pendeta John Lie, dan Gembala Sidang Gereja Kristen Kalam Kudus Makassar Pendeta Ratna Wijaya.
Berbagai rangkaian kegiatan menarik disuguhkan pada hari pertama pelaksanaan acara. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi dengan mitra sekolah, perlombaan mewarnai dan menggambar untuk jenjang TK dan SD, hingga pementasan seni spektakuler dari seluruh tingkatan kelas mulai dari Kelompok Bermain hingga Sekolah Menengah Atas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDirektur Pelaksana Sekolah Kristen Kalam Kudus Makassar, O'oziduhu Halawa, menjelaskan bahwa keterlibatan para siswa dalam berbagai pertunjukan ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental percaya diri anak sejak dini. "Anak-anak TK sudah mulai tampil menari. Itu bagian dari kegiatan pembinaan ekstrakurikuler yang kami kembangkan di sekolah," ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari laporan Tribun-Timur.com pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Lebih lanjut, O'oziduhu Halawa menegaskan bahwa institusi pendidikan yang menaungi sekitar 325 siswa dari berbagai jenjang ini selalu berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian angka akademik semata, tetapi juga pembentukan karakter, kepribadian, serta penyaluran minat dan bakat peserta didik.
Mengutip pernyataan pihak manajemen sekolah, pendekatan holistik menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan yang unggul. "Kita bukan hanya sekadar mengajarkan tentang kecerdasan, tetapi membentuk mereka secara holistik, secara akademik, karakter, kepribadian, dan juga pengembangan bakat-bakat yang mereka miliki," pungkasnya menutup perbincangan.