Sebagaimana diwartakan oleh media, kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan telah mendorong masyarakat setempat untuk turun tangan secara mandiri memperbaiki akses lingkungan mereka.
Mengutip laporan dari lapangan, aksi swadaya tersebut salah satunya dilakukan oleh warga di dua desa, yakni Desa Ngalian dan Desa Wringin Agung, yang secara bersama-sama menambal jalan berlubang tanpa menunggu perbaikan dari pemerintah.
Inisiatif kepedulian sosial yang tinggi ini lantas menuai apresiasi langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, yang menilai tindakan tersebut sebagai cerminan nyata dari nilai-nilai luhur para pendahulu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan yang kemudian bergotong royong untuk memperbaiki jalannya atau lingkungannya masing-masing," ujar Sukirman saat memberikan keterangan, Kamis (20/8/2026).
Menurut Sukirman, semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga tidak sekadar menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum, tetapi juga merawat warisan budaya luhur bangsa.
"Karena napas gotong royong ini sebenarnya adalah napas leluhur kita, napas dari para pendiri bangsa, napas dari orang-orang tua kita, dan seterusnya," tambahnya.
Ia juga menilai bahwa budaya gotong royong di tengah masyarakat Kabupaten Pekalongan masih tumbuh subur, tidak hanya dalam urusan infrastruktur jalan, melainkan juga pada berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Terkait kondisi infrastruktur, Sukirman mengakui bahwa perbaikan jalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah yang harus dikerjakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan proses yang berjalan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aksi swadaya masyarakat ini tidak serta-merta mengartikan pemerintah lepas tangan, melainkan wujud sinergi positif di tengah upaya pemkab memperbaiki berbagai ruas jalan.
Semangat gotong royong tersebut, tutup Sukirman, sangat sejalan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk mengejar ketertinggalan pembangunan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.