Berdasarkan laporan yang dihimpun, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP & Damkar Kota Sukabumi terpaksa harus bekerja ekstra keras di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang memprihatinkan. Mulai dari unit armada pemadam yang sudah berusia tua hingga minimnya Alat Pelindung Diri standar keselamatan, para petugas di lapangan tetap dituntut responsif melayani ratusan aduan warga.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi, mengungkapkan bahwa kehadiran layanan hotline aduan masyarakat membuat volume panggilan darurat melonjak tajam sepanjang tahun ini. Uniknya, mayoritas laporan yang masuk ke kantor mereka justru didominasi oleh aksi evakuasi non-kebakaran.
Mengutip keterangan Ujang saat ditemui di Sukabumi, Kamis (20/8/2026), tercatat ada ratusan penanganan penyelamatan yang telah dilakukan jajarannya. "Paling banyak itu penyelamatan, ada 386 kasus. Didominasi penanganan sarang tawon dan ular. Ada juga penanganan lain seperti lepas cincin hingga buka gembok," ujar Ujang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi balik tingginya permintaan evakuasi tersebut, Ujang blak-blakan membeberkan kondisi fasilitas kendaraan yang jauh dari kata layak. Dari total enam unit kendaraan pemadam yang tersedia, armada paling muda merupakan rakitan tahun 2012, sementara unit tertuanya bahkan merupakan buatan tahun 1995.
"Mobil pemadam ada enam, kondisinya tua dan rusak. Yang beroperasi bahkan hanya dua. Paling muda itu keluaran 2012, paling tua tahun 1995. Mobil rescue juga tidak layak, tapi tetap kita pakai melayani masyarakat. Kita melayani dengan segala keterbatasan, istilahnya mah sampai ngos-ngosan," tegas Ujang.
Keterbatasan fasilitas ini juga merambah pada aspek keselamatan personel, di mana penggunaan APD masih jauh dari standar internasional akibat tingginya harga pengadaan alat. Petugas terpaksa mengenakan perlengkapan lokal seadanya, yang membuat risiko cedera saat berhadapan langsung dengan hewan liar menjadi sangat tinggi.
Sebagai catatan, tingginya dedikasi petugas terlihat dari data penanganan sejak Januari hingga Juli 2026 yang mencakup 42 kejadian kebakaran serta 386 tindakan penyelamatan darurat. Meski dihadapkan pada tantangan berat dan risiko di lapangan, jajaran Damkar Kota Sukabumi tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan warga.