Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Alasan 14 Delegasi Uni Eropa Pilih...
BERITA

Alasan 14 Delegasi Uni Eropa Pilih Minahasa Utara, Joune Ganda Buka Suara

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda saat bertemu dengan 14 delegasi Uni Eropa di Likupang

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda saat bertemu dengan 14 delegasi Uni Eropa di Likupang

Pertemuan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dengan 14 delegasi Uni Eropa ternyata bukan sekadar agenda seremonial belaka. Di balik jamuan makan malam yang berlangsung di Hotel Paradise, Desa Maen, Likupang Timur, dibahas program jangka panjang yang dinilai dapat mengubah masa depan masyarakat pesisir dan sektor pariwisata Minahasa Utara.

Joune Ganda mengatakan, rombongan yang hadir terdiri dari Duta Besar Uni Eropa beserta duta besar dari 14 negara Eropa. Awalnya, pihak penyelenggara hanya mengonfirmasi kehadiran tiga duta besar saja. Namun, jumlah tersebut melonjak menjadi 14 setelah para diplomat internasional menelusuri rekam jejak digital Minahasa Utara di berbagai forum global.

"Mereka melihat Minahasa Utara sangat aktif dalam kegiatan internasional. Itu yang membuat mereka tertarik datang langsung ke daerah ini," kata Joune Ganda saat memberikan keterangan kepada media.

Dalam pertemuan strategis tersebut, pembahasan difokuskan pada program yang digagas Uni Eropa dengan dukungan pendanaan dari KfW Development Bank Jerman. Program komprehensif ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan melalui penguatan ekonomi nelayan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurut Joune Ganda, program tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem laut, termasuk perlindungan terumbu karang dan sumber daya perikanan di Minahasa Utara.

"Ini adalah program pemberdayaan masyarakat pesisir yang sangat besar. Fokusnya meningkatkan kualitas hidup nelayan, tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Ia menjelaskan, Uni Eropa menilai Minahasa Utara memiliki potensi besar karena selama ini dikenal aktif dalam isu toleransi, pembangunan berkelanjutan, dan aksi perubahan iklim. Dalam kesempatan itu, Joune Ganda juga memperkenalkan berbagai capaian Minahasa Utara di tingkat internasional, termasuk keberhasilan menjadi salah satu dari lima finalis United Cities and Local Governments (UCLG) Peace Prize.

Sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Utara, Joune Ganda menilai program tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi nelayan di Minahasa Utara. Ia menyebut program itu dirancang untuk jangka waktu yang panjang, bahkan dapat berlangsung antara lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Joune Ganda juga mengungkapkan bahwa Uni Eropa telah sukses menerapkan program serupa di Maladewa. Setelah berjalan sekitar satu dekade, hasilnya dinilai sangat positif dalam mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi warga.

"Kehidupan masyarakat nelayan meningkat, sektor pariwisata berkembang pesat, terumbu karang menjadi lebih sehat, populasi ikan bertambah, dan wisata bahari semakin diminati. Itu yang ingin mereka dorong juga di Minahasa Utara," jelasnya.

Ia optimistis kolaborasi dengan Uni Eropa akan membuka peluang besar bagi Minahasa Utara. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

// TOPICS
#joune_ganda #minahasa_utara #uni_eropa #likupang #pariwisata #nelayan #sulawesi_utara
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.