Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Amir Liputo, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca ekstrem pada musim kemarau yang tengah melanda sejumlah wilayah di Sulut. Kondisi cuaca yang ditandai dengan suhu panas tinggi, minimnya curah hujan, hingga potensi angin kencang dinilai dapat memicu berbagai persoalan serius di tengah lingkungan masyarakat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Amir Liputo, dampak dari cuaca panas ekstrem ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena berpotensi memicu kebakaran lahan dan permukiman, kekeringan, hingga gangguan kesehatan. Oleh karena itu, politisi dari PKS ini meminta warga untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas yang rawan memicu kobaran api.
"Cuaca ekstrem di musim kemarau jangan dianggap sepele. Masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan secara sembarangan," ujar Amir Liputo mengingatkan warga.
Lebih lanjut, Amir juga mendesak pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota di Sulut untuk bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau. Langkah mitigasi dini dinilai sangat krusial agar tidak menimbulkan kerugian materiil maupun korban jiwa yang lebih besar di kemudian hari.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta instansi terkait lainnya. Instansi tersebut diharapkan bersinergi untuk menyalurkan bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan dan memperkuat posko penanganan kebakaran.
"Pemerintah harus memastikan ketersediaan air bersih di daerah yang rawan kekeringan, memperkuat koordinasi penanganan kebakaran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan," tegasnya menambahkan.
Selain penanganan wilayah urban, Amir mengingatkan para petani di Sulut agar lebih memperhatikan pola tanam yang sesuai dengan pasokan air saat ini demi meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan. Sinergi antara seluruh elemen masyarakat dan pemerintah diharapkan bisa menekan dampak buruk kemarau tahun ini secara maksimal.