Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Amerika Serikat melancarkan rangkaian serangan terbaru terhadap Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran yang tersembunyi di Pickaxe Mountain atau Kuh-e Kolang Gaz La, sebuah kompleks yang berlokasi dekat fasilitas nuklir Natanz.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), operasi militer tersebut dirancang khusus untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghantam berbagai target strategis mencakup pusat operasi militer, fasilitas maritim, hanggar pesawat, lokasi penyimpanan drone, serta infrastruktur logistik.
Pihak CENTCOM menegaskan bahwa tindakan ini diambil sebagai respons atas tuduhan terhadap Iran yang diduga telah menyerang lebih dari 30 kapal dagang dalam tiga bulan terakhir. Dari pantauan redaksi, eskalasi militer di wilayah perairan tersebut dinilai merusak kebebasan navigasi internasional dan membahayakan keselamatan ratusan pelaut.
Menurut laporan media pemerintah Iran, sistem pertahanan udara di Teheran langsung diaktifkan setelah suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah seperti Tabriz, Chabahar, Konarak, dan Bushehr. "Kita akan segera menyerang daerah itu, dan dengan sangat gencar," ujar Donald Trump saat memberikan keterangan resmi di Gedung Putih.
Menanggapi gertakan tersebut, Komando militer Khatam Al-Anbiya Iran menegaskan bahwa setiap potensi serangan terhadap situs nuklir strategis akan dianggap sebagai deklarasi perluasan perang secara terbuka. Pihak militer Teheran pun memperingatkan bakal membalas dengan menargetkan seluruh kepentingan Amerika Serikat beserta para sekutunya di kawasan tersebut.